Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek edukatif, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Permasalahan limbah, khususnya minyak jelantah, masih menjadi tantangan utama di Kelurahan Pegirian, sehingga program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan komunitas yang lebih berkelanjutan.
Acara dimulai dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK, lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang. Nur Makhmudi selaku MC menyampaikan, “Penggunaan minyak jelantah secara berulang dapat menimbulkan risiko berbagai penyakit seperti kolesterol, jantung, hingga kanker.” Hal ini menjadi landasan penting bagi kelompok KKN dalam merancang program yang selaras dengan Tema SDGs 11: Komunitas Berkelanjutan.

Melalui sesi demonstrasi, para peserta yang mayoritas adalah ibu-ibu PKK, diajak untuk mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang ramah lingkungan. Kegiatan berlangsung interaktif, mulai dari penyampaian materi, praktik langsung, hingga diskusi terkait peluang usaha berbasis limbah rumah tangga.
Antusiasme peserta sangat terlihat, terutama saat mencampurkan minyak jelantah dengan pewarna dan aroma. “Saya baru tahu kalau minyak jelantah bisa diubah jadi lilin aromaterapi. Setelah ini, saya ingin coba buat sendiri di rumah untuk hiasan,” ujar salah satu peserta dengan semangat.
Dengan kegiatan ini, Kelompok 20 KKN Tematik SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang bijak, sekaligus menginspirasi lahirnya usaha-usaha baru berbasis ekonomi kreatif yang ramah lingkungan.
Semoga program ini menjadi awal dari perubahan positif di Kelurahan Pegirian dan dapat terus berlanjut meskipun masa KKN telah usai.
Penulis : Aminatus Soleha, Edista Artamefia, Nur Makhmudi






















