Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, Aber Nurhadi. (Foto. Dokumentasi Pribadi)

KABUPATEN SERANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, akan membangun perpustakaan terbesar di Provinsi Banten. Lokasi pembangunan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca masyarakat ini, terletak di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran.

Kabid Layanan Perpustakaan DPKD Kabupaten Serang, Heriyadi M Senaaji mengatakan, luas bangunan perpustakaan itu sekitar 2000 meter berdiri diatas lahan seluas 2 hektar.

“Jika perpustakaan ini jadi dibangun, akan menjadi perpustakaan terbesar di Provinsi Banten. Mungkin juga menjadi perpustakaan percontohan,” katanya, Rabu (8/3/2023).

Dia mengatakan, pembangunan perpustakaan tersebut dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 10-15 miliar.

Saat ini, kata Heriyadi, proses pembangunan perpustakaan baru tahap sertifikasi lahan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Sebab untuk mendapat bantuan DAK, harus menggunakan lahan milik Pemerintah Kabupaten Serang. Saat ini balik nama sedang berproses di Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Lahan yang digunakan sekitar 2 hektar. Kalau luas bangunan sekitar 2000 meter, itu dua lantai yah,” ungkapnya.

Heriyadi berharap, perpustakaan tersebut dapat terbangun tahun 2023 ini. Selain itu, ia juga menginginkan ada penambahan anggaran dari APBD Kabupaten Serang.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun yah,” pungkasnya.

Foto: DPKD Kabupaten Serang

Sebelumnya Kepala DPKD Kabupaten Serang, Aber Nurhadi merasa sangat miris dengan jumlah kunjungan pemustakaan ke Perpustakaan Daerah di Kantor DPKD Kabupaten Serang. Hal itu disebabkan karena minimnya fasilitas serta terbatasnya gedung perpustakaan yang dimiliki Pemkab Serang.

“Dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Serang sebanyak satu juta enam ratusan, presentasenya hanya 0,21 persen, sangat kecil,” kata Aber kepada wartawan.

Aber mengungkapkan, rendahnya minat baca masyarakat Kabupaten Serang karena fasilitas dan sarana literasi masih minim atau kurang memadai.

“Maka, kami semaksimal mungkin berupaya meminta bantuan Pemerintah Pusat untuk membangun perpustakaan melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK),” tandasnya. (ADV)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here