Kesadaran Warga Pandeglang Bayar Pajak Kendaraan Meningkat

0
139

UNIT Pelayanan Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD-PPD) Provinsi Banten Cabang Pandeglang menyebut, tingkat kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dirasa sudah mulai meningkat.

Akan tetapi, guna lebih mengoptimalkan pendapatannya di Pandeglang pihaknya tetap gencar melakukan sosialisai kepada masyarakat. Terlebih saat ini khususnya di seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Banten tengah diberlakukan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan bebas dalam pembayaran pokok BBNKB II serta tarif progresif. Pembebasan denda itu terhitung sejak 05 November sampai 23 Desember 2020.

“Dari segi kesadaran masyarakat Pandeglang terkait dengan pajak kelihatannya sudah bagus. Karena indikasinya bagus itu dari pajak kendaraan bermotor capaiannya saat ini sudah 90 persen di bulan Oktober 2020. Memang ada beberapa tunggakan-tunggakan,” kata Kepala UPTD PPD Pandeglang, Epy Shaefiullah. Kamis (12/11/2020)

Dikatakannya, selain kian gencar melakukan sosialisai pihaknya juga terus menluncurkan armada samsat kliling untuk menjangkau bagi masyarakat yang dirasa jauh untuk datang ke kantor Samsat Pandeglang. Meski saat ini tengag dalam kondisi covid-19.

“Mudah-mudahan dengan pola-pola seperti ini, dengan samling ke daerah selatan. Jadi petugas yang datang ke masyarakat agar lebih mudah,” katanya.

Ia mengakui, meski saat ini sudah memasuki penghujung tahun 2020 realisasi pajak belum tercapai dari jumlah yang ditargetkan akan tetapi, pihaknya tetap optimis.

“Jujur target belum tercapai. Tapi, mudah-mudahan dengan dilakukan sosialisai ini bisa tercapai,” katanya.

Dijabarkannya, dalam melakukan sosialisasi pihaknya bukan saja menggaet dari Pemerintah. Akan tetapi, selain Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa yang ikut serta dalam sosialisasi pihaknya juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Agar pesan dari apa yang ditujukan bisa tersampaikan dengan maksimal.

“Selain dari pemerintah Kecamatan dan Desa masyarakat juga ikut serta dalam hal ini. Memang saat ini tengah dalam kondisi covid-19. Mungkin lebih mengutamakan kebutuhan pokok, tapi ini meski dalam kondusi covid juga dirasa sudah normal pendapatannya,” tandasnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Agus

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here