Kominfo Gelar seminar Literasi Digital, Rizki Natakusumah : Masyarakat Harus Cermat Memilih Informasi

0
96

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), telah menyelenggarakan seminar online Literasi Digital dengan mengusung tema: “Suara Demokrasi di Ranah Digital”.

Seminar literasi digital ini, diisi narasumber-narasumber yang kompeten pada bidangnya, yaitu Rizki Aulia Rahman Natakusumah, yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI, narasumber kedua, Semuel Abrijani Pengerapan, yang menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, Salsabila Syaira sebagai Sekjen SDI/ Founder Miss Understanding IDN, serta Aco Ardiansyah Andi, sebagai Direktur Eksekutif Pustaka/Pusat Studi Kebijakan, Konstitusi dan Pemerintahan.

Penyelenggaraan seminar literasi digital ini, atas inisiasi yang didukung Kementerian Kominfo RI terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Pemateri pertama, yakni Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Rizky Aulia Rahman Natakusumah, mengatakan, bahwa kegiatan ini memiliki tujuan untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis.

“Tujuannya adalah, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat. Memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA,” katanya saat memberikan pemaparan dalam acara tersebut, pada Senin (27/3/2023).

Menurutnya, kegiatan ini juga mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun masyarakat dengan pihak lainnya.

“Masyarakat maupun mahasiswa, harus diberikan sebesar-besarnya ruang untuk berekspresi dan berpendapat. Jangan sampai ada pencegahan atau pembungkaman suara dari masyarakat dari pelosok desa di Indonesia khususnya Provinsi Banten, maupun dari seluruh mahasiswa mahasiswa,” ungkap Rizki.

Sedangkan Dirjen APTIKA, Semuel Abrijani Pangerapan dalam pemaparannya menyampaikan, bahwa sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja.

“Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin menunjukkan bahwa kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi,” ucapnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Pustaka/Pusat Studi Kebijakan, Konstitusi dan Pemerintahan, Aco Ardiansyah Andi menjelaskan, mulai dari pemahaman terkait demokrasi hingga revolusi 4.0. kemajuan teknologi digital tentu berpengaruh dengan pelaksanaan demokrasi di dunia termasuk di Indonesia.

“Perkembangan dunia perindustrian mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia tidak tekecuali penerapan demokrasi,” singkatnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here