TUMPUKAN sampah yang menahun di pesisir Pantai Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (02/08/2018) pagi akhirnya dibersihkan oleh pemerintah daerah setempat.

Dalam aksi bersih-bersih pantai itu turut hadir Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono, Dandim 0601/Pdg, Letkol (Inf) Fitriana Nur Heru, petugas kebersihan, aparat Desa Teluk dan masyarakat.

Kepala Desa Teluk, Endin Pahrudin mengatakan, tumpukan sampah di pesisir Pantai Desa Teluk bukan hanya karena
masyarakat yang buang sampah sembarangan, melainkan sampah kiriman dari laut lantaran kondisi daerah di cekungan pantai atau teluk.

“Dari saya kecil memang sampah ini sudah menumpuk karena setiap musim badai tahunan sampah selalu terdorong kesini,” ungkap Endin di Pantai Teluk.

Bahkan pihaknya bersama warga membentuk Relawan Peduli Sampah. “Intinya bukan hanya masyarakat Desa Teluk, tapi seluruh masyakat dilarang buang sampah sampah sembarangan,” ungkapnya.

Sebagai solusi, pihaknya akan menegakan Perda Nomor : 4 Tahun 2008 tentang Kebersihan, Keamanan dan Ketertiban (K3), Perda Nomor : 4 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah dan Perbup Nomor : 84 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kebersihan.

“Saya akan koordinasi dengan Kapolsek dan Koramil untuk mekanismenya. Jika ada yang buang sampah kami denda Rp 250.000 dan uang nya akan masuk kas desa,” ungkapnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang, Indah Dinarsiani mengatakan, armada yang diturunkan saat ini sebanyak 15 truk dan satu beko.

“11 truk dari DLH, dua truk dari PUPR Provinsi Banten, dua truk dari Perkim Provinsi, dan satu beko dari PUPR Kabupaten Pandeglang,” kata Indah.

Indah meyakini, jika ingin selesai semua sepanjang pantai tidak akan selesai dalam satu hari, apalagi ada wilayah yang tidak dapat dilalui oleh armada.

“Kalau yang bisa dilalui mungkin dapat diselesaikan satu hingga tiga hari, jika semuanya mungkin bisa sampai satu bulan. Oleh sebab itu butuh dukungan dari masyarakat, dan tujuh truk satu beko akan akan kami siapkan stand by di sini,” ujarnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, perda yang sudah ada memang akan ditegakan sebagai solusi. Kata Irna, bunyi dari perda itu adalah jika membuang satu gelas plastik, sampah, putung roko, botol denda sebesar Rp 100.000, jika satu kantong sampah sebesar Rp 250.000, volume lebih besar dari kantong Rp 500.000 dan apabila buang sampah di bantaran sungai dan pantai sebesar Rp 1 juta atau kurungan tiga bulan penjara.

“Sambil berjalan proses pengerukan sampah ini, kami juga akan sosialisasikan kepada masyarakat terkait denda jika buang sampah sembarangan, sehingga dapat menjaga kampungnya lebih baik dan bersih,” kata Irna.

Melihat kondisi pantai sudah ada pendangkalan diperkirakan 90 persen, Bupati Irna berharap ada normalisasi oleh pihak pemerintah provinsi dan pusat.

“Mudah-udahan provinsi dan pusat juga bantu kami,” harapnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Dendi

Facebook Comments