Masyarakat Pandeglang Diajak Konsumsi Pangan Lokal

0
566

DINAS Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Pandeglang mengajak masyarakat untuk mengkonsumi sumber pangan yang beragam, terutama pangan lokal. Hal itu penting untuk mengurangi ketergantungan konsumi terhadap beras dan tepung.

Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan (DKP Kabupaten Pandeglang, Rosi Sukmawati mengatakan, pihaknya tengah gencar mengajak masyarakat untuk mengkonsumi sumber pangan lokal selain beras, termasuk memperbanyak mengkonsumsi tempe.

“Kenapa sasaran lomba ini akan SMP dan SMA, karena kita khawatir dengan angka stunting. Angka stunting kita sudah tinggi, banyak anak-anak yang lahir pendek dan jika lahir sudah stunting itu berarti daya tahan tubuhnya rendah. Sehingga anak-anak tersebut tidak bisa tumbuh normal seperti anak-anak lainnya,” ujar Rosi di sela-sela lomba cipta menu sarapan sehat LCM B2SA Non Beras dan Non Terigu di Pandeglang, Banten, Kamis (26/07/2018).

Menurutnya, saat ini anak usia SMP dan SMA pola makannya tidak begitu baik, karena banyak mengkonsumsi makanan instan. Sebab, tidak sedikit bahan tambahan pangan berbahan dasar zat kimia yang tidak baik untuk tubuh.

“Kemudian pabrik-pabrik yang membuang limbahnya ke laut dan itu kan dimakan sama ikan. Kemudian ikannya dimakan oleh kita, artinya bahan berbahaya itu kan yang  tercemari ke ikan dan makan oleh kita,” terang Rosi.

Dikatakannya, salah satu untuk meminimalisir dampak negatif tersebut, maka masyarakat harus banyak mengkonsumi makanan yang mengandung antosianin, salah satunya terdapat dalam tempe.

“Konsumsi tempe jangan sampai dihilangkan, karena dalam tempe terdapat banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita salah satunya adalah antosianin,” lanjut dia.

Lebih lanjut Rosi menjelaskan, dengan kegiatan ini diharapkan para siswa bisa membiasakan mengkonsumsi makanan yang berbahan non beras serta tepung dengan beralih mengkonsumi pangan lokal, termasuk sayur dan buah.

“Hari ini peserta ada yang menggunakan bahan dasar cipta menunya mulai dari jagung, hanjeli, ubi ungu, singkong dan sukun, dan itu semua ada di Pandeglang. Memang kita juga sedang sosialisasi pangan lokal kita,” pungkas Rosi.

Redaktur : D Sudrajat
Reporter : Ari

Facebook Comments