SALAH seorang oknum Kader Partai Golkar Kabupaten Pandeglang berinisial SGR, diduga telah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya TW. Akibatnya, korban mengalami luka dibagian kepala dan telinga usai dipukul menggunakan mangkok.

Korban yang tidak terima dengan perbuatan pelaku, akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Pandeglang, 06 Juni 2024 lalu.

Kanit PPA Polres Pandeglang, Akbar membenarkan peristiwa tersebut. Bahkan pihaknya telah memanggil pelaku untuk dimintai keterangan.

“Iya betul, sdh dipanggil (red – pelaku), dan rencana akan tindak lanjut gelar perkara untuk naik sidik, habis lebaran SPDP kita kirim ke kejaksaan,” jelasnya melalui seluler, Jumat (14/06/2024).

Akbar menegaskan, pelaku diancam dengan Undang-undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

“Kejadian ini lingkup keluarga, Yang kita gunakan UU RI nomor 23 tahun 2004,” tegasnya.

Diketahui, kejadian tersebut bermula ketika pada 28 April 2024, korban tengah menyajikan sarapan pelaku yang tak lain merupakan suaminya sendiri.

Saat itu, pelaku menyadari sikap korban yang terkesan acuh langsung menegur korban, hingga terjadilah cek-cok dan berakhir dengan pemukulan yang mengakibatkan luka di sekitar kepala dan telinga korban.

Menurut korban, ia mengaku keberatan ketika pelaku berkunjung selama tiga malam berturut – turut mendatangi kediaman teman pelaku dengan tujuan yang tidak penting, hanya mengobrol tanpa manfaat. Hal itu diketahui korban karena pada hari kedua ia diajak pelaku berkunjung ke tempat tersebut.

Kekesalan korban memuncak saat malam ke tiga pelaku kembali berkunjung ke tempat serupa sementara korban saat itu tinggal di rumahnya hanya bersama sang anak dalam kondisi mati lampu, ditambah hujan deras yang disertai petir, membuat ketakutan korban. Ditambah kondisi rumah tidak ada makanan. Akhirnya, korban meminta agar pelaku segera pulang membawa makanan.

Hal itulah yang kemudian diduga kuat menjadi pemicu pertengkaran antara pelaku dan korban, dan hal ini tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL).

Menurut Korban, pelaku sebenarnya kerap melakukan tindak kekerasan terhadap dirinya hingga tiga kali. Namun, selama ini korban masih memberikan maaf dan kesempatan, berharap pelaku dapat merubah sikap dan perbuatannya terhadap korban. Karena itu, ketika pelaku melakukan hal serupa untuk kali ke tiga, korban langsung melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak Kepolisian.

Belakangan korban diketahui berprofesi sebagai kader Partai Golkar Kabupaten Pandeglang, bahkan sempat menjadi Calon Legislatif Kabupaten Pandeglang.

Redaktur: Fauzi

Reporter: Dinar

Facebook Comments