Pandeglang Bakal Rebut Pasar Buah-buahan

0
962

PROGRAM One Village One Product (OVOP) adalah suatu pendekatan pembangunan daerah yang bertujuan untuk memajukan ekonomi dengan mengembangkan tanaman buah-buahan holtikultura.

Saat ini Pemkab Pandeglang melalui Dinas Pertanian sedang menggalakan program OVOP. Namun untuk mensukseskan konsep itu Pemkab Pandeglang harus menguasai pangsa pasar di Banten terlebih dahulu.

“Selain itu sumber daya manusia akan kami coba persiapkan agar lebih fokus sehingga buah segar yang dihasilkan dapat diterima di pasar manapun,” ujar Bupati Irna Narulita saat membuka acara gebyar penyerahan buah dan penanaman bibit buah-buahan di Kampung Sekong, Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk, Rabu (11/10/2017).

Dengan OVOP, kata Bupati Irna, dapat mendorong masyarakat untuk ikut andil dalam mengembangkan tanaman holtikultura buah-buahan yang dapat ditanam dimanasaja bahkan pekarangan rumah sekalipun.

“Dengan begitu masyarakat dapat menjual hasilnya kepada pengepul, namun harus ada penguatan lembaga juga untuk menyortir agar buah yang dihasilkan berkualitas,” ungkapnya.

Lanjut Irna Narulita, dirinya berharap masyarakat yang memiliki lahan pertanian jangan sampai tidak tergarap. Oleh sebab itu kata Irna, pihak Pemda Pandeglang akan mendorong untuk kemajuan pertanian dengan bantuan bibit dan alat mesin pertanian (alsintan).

“Yang saat ini menerima hibah alsintan harus dapat memahami aturannya. Karena ini hanya sebagai agen, jadi semua orang bisa pakai. Dan masyarakat yang tidak masuk kedalam kelompok pun harus dipinjamkan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S. Januardi mengatakan, program OVOP ini pertama kali dikembangkan hasil kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kata dia, dari program ini diharapkan perwilayah ada komoditas unggulan di bidang holtikultura buah-buahan.

“Saya harap dari semua aktivitas ini kesejahteraan petani meningkat. Dan penyediaan bibit unggul terpenuhi, serta mudah-mudahan masyarakat dapat terpicu untuk penanaman holtikultura dengan konsep hijau rumahku,” katanya.

Masih kata Budi, ada lima komoditi yang dikembangkan melalui program OVOP yaitu mangga, durian, alpukat, rambutan, dan manggis. Komoditas tersebut potensinya sangat bagus di Pandeglang.

“Maksud kita akan melakukan sebuah gerakan untuk menanam, luas kawasan tanam dapat bertambah, dan mendapatkan bibit unggul. Acara ini juga serentak dilakukan di 35 kecamatan, 54 desa, dan 54 gapoktan. Adapun jumlahnya bibitnya yaitu durian sebanyak 4.000 batang, manggis 2.500 batang, alpukat 3.000 batang, mangga 3.000 batang, dan rambutan 6.500 batang,” ungkapnya.

Budi menambahkan, selain penyerahan bibit, dalam acara ini juga diagendakan penyerahan hand traktor yang dibiayai dari APBD untuk mendorong percepatan dan efisiensi di dalam usaha pertanian.

“Ada enam gapoktan yang menerima bantuan hibah ini yaitu kelompok tani Saluyu, Sinar Harapan, Balapunah II, Unggul Jaya, Sukadame, dan Mekar Bakti,” pungkasnya.

Redaktur : Ari Supriadi
Reporter : Dendi

Facebook Comments