PERINGATAN hari santri nasional yang di gelar di alun-alun Pandeglang berlangsung meriah.Dengan melakukan pawai obor sejauh dua kilo meter Ratusan santriawan dan santriwati antusias mengikuti acara.Sejarah Diukir, Semua Ormas Islam Bersatu Sukseskan Hari Santri Di Pandeglang. Namun dalam acara ini diduga kelelahan salah seorang peserta pawai obor dalam Peringatan hari santri nasional pingsan. Petugas dari kepolisian polres Pandeglang langsung gerak cepat membopong peserta tersebut untuk dilakukan perawatan medis.
Peringatan hari santri nasional ke 8 yang di gelar di alun-alun pandeglang,Banten, ratusan Santrian dan santriwati antusias mengikuti acara yang di gelar. Dengan Mengusung tema ” berdaya menjaga martabat kemanusiaan” acara yang di hadiri langsung Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku bahwa suksesnya hari santri ini memang tidak lepas dari perjuangan semua pihak yang bahu membahu bekerja untuk suksesnya HSN di Pandeglang.
“Kami ucapkan terimakasih kepada panitia, khususnya para pimpinan ormas keagamaan di Kabupaten Pandeglang, Nahdhatul Ulama, Muhamadiyah dan Mathla’ul Anwar”, ujarnya.
HSN ke 8 tahun 2022 mengusung tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Tema ini kata Irna, memiliki makna bahwa santri tidak hanya ahli ilmu agama, tetapi juga mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Meski demikian, santri tidak melupakan tugas utamanya untuk menjaga agama. Dan, agama sendiri memiliki tujuan utama yaitu untuk memuliakan manusia”, ujarnya.
Ketua Panitia Hari Santri TB Nurjaman mengatakan, puncak HSN hari ini tanggal 22 Oktober, dan seluruh rangkaian hari santri ke 8 tahun 2022 telah dilaksanakan.
“Banyak kegiatan yang kami laksanakan dalam memeriahkan HSN yaitu lomba marhaba, marawis, hadroh, mars hari santri, kaligrafi, senam santri, pidato tiga bahasa, dan qiroatul kutub”, katanya.
Menurut Nurjaman, bukan hanya saja acaranya yang meriah, peringatan HSN tahun ini mengukir sejarah dalam 7 tahun terakhir semenjak ada peringatan HSN ditingkat Kabupaten.
“Pagi ini sejarah kita cetak, Pandeglang sebagai kota santri membeberkan fakta empiris hari santri yang di prakarsai oleh seluruh ormas islam di pandeglang”, tuturnya.
Nurjaman berpesan, santri bukan hanya lebel tapi merupakan nilai yang melekat pada setiap orang. Sebab, nilai melekat inilah yang paling utama harus dimiliki setiap orang bukan hanya santri.
“Jika para pemangku kebijakan nyantri, maka semua akan memiliki moral yang baik”, pungkasnya.
Setelah melakukan upacara di alun-alun Pandeglang,ratusan santriawan dan santriwati ini mengambil rute alun-alun Pandeglang menuju lapangan sukarela dan kembali lagi ke alun-alun Pandeglang,Banten.Dengan menempuh jarak sekitar 2 kilo meter Ratusan santriawan dan santriwati antusias mengikuti acara yang di gelar oleh Pemda Pandeglang.
Karena Kelelahan, Seorang Santriwati Sempat Pingsan
Jauhnya jarak yang di tempuh membuat salah seorang peserta pawai harus di bopong oleh petugas dari kepolisian polres Pandeglang akibat kelelahan yang dialaminya saat tiba di alun-alun Pandeglang.
“Kaya nya dia kecapean karena mengikuti acara pawai dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer dan kami langsung membawa nya ke pos alun-alun untuk dilakukan perawatan”, ungkap kanit Bhabinkamtibmas Aiptu asep wawan.
Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Agus























