Persiapan Pilkades, Polres Pandeglang Gelar Simulasi Pengamanan TPS

0
97

POLRES Pandeglang melakukan simulasi pengamanan dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak, Minggu 15 Desember 2019 mendatang.

Simulasi digelar dibuat semirip mungkin dengan situasi yang sebenarnya di TPS dan diharapkan personel semakin dapat mengetahui serta menguasai urutan kegiatan selama melakukan pengamanan pencoblosan di TPS.

Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto mengatakan, kegiatan simulasi ini untuk menunjukkan kesiapan pihak kepolisian dalam mengamankan pilkades. Kesiapan ini buka hanya menyiapkan pasukan saja namun melihat secara langsung apakah para personel yang ditempatkan di TPS tersebut sudah paham dalam tugasnya masing-masing.

“Paham itu dalam arti ditempatkan di tempat tugasnya, siapa ditempatkan di mana, bersama siapa, bertugas apa, bagaimana cara menjalankan tugas itu dan bertanggungjawab dengan siapa,” ujar Sofwan, usai simulasidi Alun-alun Pandeglang, Kamis (12/12/2019).

Sofwan menjelaskan, simulasi itu melihat secara langsung tingkat pemahaman setiap personel yang di tugaskan, cata mengatasi jika terdapat konflik dan kewajiban tugas dari personel yang ada setiap wilayah yakni memberi himbauan kepada masyarakat, dan calon kades.

“Dalam peragaan itu, permasalahan itu ada tingkatannya eskalasinya mulai dari permasalahan yang kecil. Dalam arti kecil karena antrinya terlalu lama kemudian ada yang tidak sabar itu merupakan potensi masalah. Selanjutnya karena dengan adanya permasalahan kecil tersebut meningkat dengan ketidakpuasan panitia,” jelasnya.

Dengan potensi masalah yang meningkat, pihaknya akan menambah personel untuk menambah kekuatan. Termasuk tindakannya pun bukan hanya sekedar himbauan, akan tetapi memberikan perlindungan terhadap siapapun yang berada wilayah tersebut masyarakat maupun calon kades.

“Sementara itu kita sudah mendapatkan informasi daerah yang rawan dimana dan kita juga menyiapkan jumlah pasukan berapa dan keterampilan pasukan yang ditempatkan di situ. Untuk titiknya zona merah satu, dan zona kuning satu dan Alhamdulillah yang lainnya satu,” tuturnya.

Lanjut Sofwan, dalam simulasi ini pihaknya pun mengelar deklarasi damai dengan mengundang beberapa pihak, karena menurutnya pesta demokrasi ini menjadi tanggungjawab bersama bukan hanya tanggungjawab polisi maupun calon kades, tetapi juga semua pihak agar proses ini bisa lancar, aman, dan tertib.

“Proses ini aman dan tertib bukan hanya sekedar ucapan, paling tidak ditunjukkan bahwa mereka betul-betul ingin menjadi aman itu dengan deklarasi,” pungkasnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh para calon kepala desa agar bisa menjaga proses pilkades berjalan lancar.

“Tidak hanya menjaga tapi harus menerima keputusan bersama ataupun keputusan yang telah ditentukan oleh panitia,” tutupnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here