Jelang Libur Nataru, Dishub Pandeglang Bakal Rekayasa Lalu Lintas

0
100

DINAS Perhubungan Kabupaten Pandeglang tengah melakukan evaluasi rekayasa lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020

Selain melakukan evaluasi rekayasa lalu lintas, Dishub juga melakukan evaluasi terkait dengan car free day, parkir, Porboden dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, Dadan Tafif Danial mengatakan, pihaknya menyiapkan pasukan untuk mengamankan ketertiban untuk persiapan Natal dan Tahun Baru 2020. Namun demikian tidak hanya itu juga melakukan berbagai evaluasi kegiatan yang sudah dilakukan.

“Ini persiapan menjelang tahun baru dan evaluasi, kita sudah rapat dengan Satlantas Polres Pandeglang dengan Satpol PP. Tidak hanya persiapan itu, kita juga mempersiapkan Natal dan Tahun Baru, kita juga membahas masalah car free day dan yang di Alun-alun Pandeglang,” ucapnya saat ditemui di ruanga kerjanya, Kamis (12/12/2019).

Pada persiapan menjelang Nataru kali ini, pihaknya akan menurunkan ratusan personel yang tersebar di lima titik yang menjadi fokus utama.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru kita turunkan semua personel, kurang lebih seratus orang kita turunkan. Adapun titik-titik prioritasnya itu sudah ada, seperti Cadasari, Cigadung, Mengger, Cipacung, Batu Bantar sampai ke sana. Itu titik-titik yang paling pokok yang saya sebutkan, tapi intinya kami mengevaluasi secara keseluruhan,” tuturnya.

Dadan menyebutkan, evaluasi yang paling ditekankan kali ini adalah terkait dengan rekayasa lalu lintas. Dalam evaluasi tersebut juga disampaikan bagaimana melakukan rekayasa yang bisa memperlancar dan mengurai kemacetan.

“Evaluasi yang paling ditekankan yaitu rekayasa lalu lintas. Kalau misalnya ada kemacetan kita berarti kita harus merekayasa lalu lintasnya mau bagaiamana,” kata Dadan.

Menurutnya, tahun ini jumlah kendaraan yang melintas untuk berlibur akan ada peningkatan, namun peningkatan tersebut tidak terlalu berpengaruh seperti tahun lalu.

“Adapun tahun ini pasti ada peningkatan dalam jumlah kendaraan yang melintas. Karena memang tahun ini berbeda dengan tahun lalu, kalau tahun lalu kan masih ada ketakutan dengan tsunami, mudah-mudahan saja, tapi tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Saat ditanya terkait dengan lalu lintas yang dilanggar oleh truk sumbu tiga, Dadan menyebutkan bahwa hal itu tidak mengetahui. Sebab pada setiap verboden yang dilanggar pengendara dirinya menekankan untuk melakukan tindakan tegas. Namun ada beberapa pengendara yang tidak diketahui melanggar verboden.

“Ini kaitan dengan itu, kita harus menyikapi dan harus tegas. Kalau melihat mah ya pasti, kita juga kalu memang melihat pasti juga melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Masih di lokasi yang sama, Asda II Kabupaten Pandeglang, Indah Dinarsiani mengatakan, evaluasi tersebut dilakukan untuk mempersiapkan Nataru dan juga lainnya.

“Kami menekankan evaluasi pada car free day, namun untuk perihal lain kita juga bicarakan terkait dengan verboden, lalu lintas juga untuk persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.

Redaktur : Ari Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments