Reses Ditengah Pandemi Covid-19, Adde Rosi Bantu Ringankan Beban Warga Pandeglang

0
184

ANGGOTA DPR-RI Fraksi Partai Golkar, daerah pemilihan Banten I (Kabupaten Lebak-Pandeglang) Adde Rosi Khoerunnisa melaksanakan reses ditengah pandemi Virus Covid-19. Kegiatan reses kali ini tak lagi dilaksanakan secara dialogis untuk menyerap aspirasi program – program masyarakat .

Model reses ditengah Covid-19 atau disebut juga Corona ini dilakukan dengan kegiatan sosial, membagi-bagikan beras, Hand Sanitizer dan masker kepada warga yang terdampak corona, seperti yang dilaksanakan Anggota Komisi III, dari Partai Golkar, Adde Rosi, atau yang akrab di sapa ibu Aci, turun melaksanakan reses di Kampung Kadu Pinang, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.

Adde Rosi mengatakan jika harapannya untuk reses saat pandemi corona ini tetap menyampaikan aspirasi dan menyerap program-program masyarakat, serta sekaligus memberikan bantuan beras, Hand Sanitizer dan masker untuk meringankan beban masyarakat.

“Meski bantuan yang saya berikan tidak cukup banyak dan tidak bisa memenuhi semua kebutuhan sehari-hari masyarakat, tapi saya harap bantuan ini bisa meringankan sedikir beban masyarakat yang terkena dampat virus covid-19” katanya, Kamis (14/05/2019).

Adde Rosi juga himbauan kepada warga agar mematuhi anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, menjaga kesehatan, memcuci tangan , dilarang keluar rumah kalau tidak perlu dan menghindari tempat kerumunan, dan mudah-mudahan dampak corona cepat berakhir.

Salah satu warga bernama Ahmad Sanusi, yang mendapkan bantuan beras mengadu kepada Adde Rosi agar Pemerintah Pusat bisa lebih memperhatiakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Serta dirinya menilai jika bantuan program pemerintah pusat berupa sembako dan uang tunai ia rasa belum tepat sasaran.

“Saya harap ibu bisa menyampaikan keluhan kami, warga Kadu Pinang, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang yang benar-benar tidak mendapatkan bantuan sama sekali lagi pemerintah pusat, baik sembako maupun uang tunai yang diberikan tiap bulannya,” ungkapnya.

Sanusi menjelaskan jika di kampungnya yang berprofesi sebagai buruh tani, seperti sayur mayur, beras, buah kelapa dan lain-lain, yang menjual hasil taninya ke kota agak sudah tidak lancar seperti sebelum pandemi virus corona.

“Sekarang agak sulit untuk menjual hasil kebun kami bu, karna biasanya seminggu sekali kami menjula, sekarang bisa satu bulan baru bisa menjual, karna pasokan di kota masih banyak” katanya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here