UMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, berikan pelayanan prima terhadap para pasien tanpa pandang bulu, baik kalangan. Hal tersebut terbukti dengan diterima nya sejumlah pasien pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang langsung ditangani sebelum pendaftaran.

“Kami tidak pernah membedakan pasien baik SKTM ,BPJS, KIS maupun umum. Bahkan dalam melayani pasien SKTM, kami juga tidak membatasi plafon, sesuai indikasi medis dan kebutuhan. Kami tidak berfikir rugi, yg utama adalah melayani masyarakat,” ujar Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Banten Dr. Drajat Ahmad Putra, Minggu (28/07/19).

Dr. Drajat menjelaskan, jika RSUD Banten dan RSUD Malingping, memang melayani pasien dengan hanya memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Selain itu, pihaknya juga mengutamakan pelayanan prima terhadap para pasien.

“Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang baik semaximal mungkin, meski belum dapat melayani sejumlah penyakit tertentu,” terangnya.

Adapun pelayanan yang belum dimiliki RSUD Banten, kata Dr Drajat, yakni seperti bedah anak dan khemoterapi. Namun hal itu tengah diupayakan agar segera tersedia pada tahun mendatang. Bahkan dalam waktu dekat ini pihaknya tengah menyiapkan pelayanan Cathlab, sehingga pasien penderita penyumbatan pembuluh darah coroner (jantung) dapat ditangani di RSUD Banten.

“Tahun depan kami akan melengkapi peralatan MRI, sehingga dapat menunjang dalam melakukan pemeriksaan yang maksimal,” jelasnya.

Diungkapkan Dr Drajat, tahun 2020 mendatang, RSUD Banten direncanakan akan menambah kapasitas pelayanan, dengan membangun gedung delapan lantai.

“Pada tahun 2021 mendatang, rencananya RSUD Banten akan menjadi RS Pendidikan, dan tahun 2022 akan menjadi RS Rujukan,” ungkapnya.

Redaktur: Ari S

Reporter: Fauzi

Facebook Comments