Saung Berbagi, Sediakan Paket Berbuka Puasa Untuk Warga Pandeglang

0
169

SEJUMLAH relawan sosial yang tergabung dalam Saung Berbagi, melakukan pembagian makanan menjelang buka puasa dengan cara yang tidak biasa. Karena para relawan tersebut memberikan kebebasan kepada masyarakat yang melintas untuk memberikan donasi atau mengambil makanan yang tersedia dengan pelayanan mandiri.

Ide tersebut muncul dari beberapa anak muda Pandeglang, namun masih kebingungan ketika hendak menyalurkan donasi di tengah pandemi Covid-19. Karena para relawan ingin membantu warga namun tidak tahu cara menyalurkan donasi yang terkumpul, sehingga muncul gagasan untuk membuka meja dengan diisi makanan, dan masyarakat dibebaskan mengambil sendiri.

Ketika meja sudah terpasang di halaman rumah pribadi di Jalan Cibiuk Majasari tersebut, sudah diisi oleh ratusan bungkus makanan, masyarakat yang hendak mengambil bungkusan diperkenankan memperhatikan persyaratan yang ada, di antaranya memakai masker, menjaga jarak, dan hanya mengambil satu bungkus satu orang.

Tidak jarang setelah meja digelar, ada beberapa orang yang menyumbangkan makanan, ada yang menyumbangkan berbentuk uang, ada yang menyumbangkan paket sembako, dan lainnya.

Inisiator Saung Berbagi, Derry Azizi mengatakan, gagasan para relawan muda yang kebingungan tidak memiliki lembaga resmi, membuat satu gagasan untuk melakukan kerja kemanusiaan yang bermanfaat, sehingga muncul ide untuk melakukan kegiatan tapi masyarakat melayani diri sendiri.

“Memang kalau untuk ide itu dari teman-teman semuanya kita menyumbangkan ide. Jadi kita ngumpul mau bikin kegiatan sosial tapi masih bingung, akhirnya kita bikin konsep seperti ini self service. Mereka boleh mengambil sendiri, boleh mengisi sendiri, tapi harus memperhatikan peraturannya seperti pakai masker, social distancing,” ucap Derry saat ditemui di lokasi, Kamis (07/05/2020).

Menurutnya, antusias masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan makanan cukup tinggi, sebab tidak dibatasi. Untuk jumlah bungkusan makanan yang tersedia tersebut hanya disediakan hanya 100 bungkus. Karena masih mempertimbangkan jumlah donasi yang telah masuk.

“Kalau untuk jumlah, kita hanya 100 bungku, isinya itu tidak selalu sama, karena kan kita terima donasi, ada yang nyumbang empek-empek, ada yang nyumbang kue, ada yang nyumbang nasi bungkus, intinya tidak kita batasi. Silakan donasikan semampunya dan biarkan masyarakat ngambil sendiri,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dalam pelebaran sayap masih kekurangan donator untuk terus menjalankan kegiatan tersebut. Karena pihaknya berencana melakukan kegiatan tersebut selama pandemi Covid-19 bukan hanya karena Ramadan.

“Kita sih inginnya sampai pandemi ini selesai ya, syukur-syukur ini bisa berjalan terus. Cuma kendalanya kita masih kekurangan donator, semoga saja ada yang mau untuk berdonasi di Saung Berbagi ini,” terangnya.

Di lokasi sama, Hadi (7) merasa senang dengan adanya saung berbagi tersebut. Meski tidak seberapa ia merasa terbantu. Ia hampir setiap hari datang ke Saung Berbagi agar jatah makan berbuka puasa untuknya di rumah stok untuk sahur nanti.

“Hampir setiap hari ke sini, jadi makanan di sini untuk berbuka dan nanti makanan di rumah untuk sahur,” singkatnya sambil tersenyum.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments