Poktan Barokah Mampu Penuhi Pasokan Beras di Jabodetabek

0
32

KELOMPOK Tani (Poktan) Barokah di Kampung Sawah RT 002 RW 004, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, merupakan salah satu poktan di wilayah binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pagelaran. Berdiri sejak tahun 1997, Poktan Barokah saat ini memiliki anggota kelompok berjumlah 48 orang dengan luas areal sawah 42 hektare dan sawah darat 12 hektare.
Pada masa panen Maret-Mei 2020 ini produksi gabah telah diolah dan dikemas untuk memenuhi pasar lokal bahkan telah mampu memenuhi permintaan pasar untuk wilayah Jakarta Bogor Tangerang Bekasi (Jabotabek). Produksi beras yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik karena berasal dari padi asli di wilayah Kecamatan Pagelaran serta hasil dari panen jemur langsung digiling atau dalam bahasa Sunda ‘beas anyar’.
Semangat dan kreativitas Poktan Barokah ditengah Pandemi Covid-19 tersebut mendapat apresiasi dari Pemkab Pandeglang.

“Keberhasilan Kelompok Tani Barokah tidak terlepas dari bimbingan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Pagelaran,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi S Januardi, Jumat (08/05/2020).

Dia mengungkapkan, Poktan Barokah dalam pengelolaan lahannya juga difasilitasi Pemkab Pandeglang melalui bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang berupa hand traktor, pompa air serta memiliki sebuah pabrik penggilingan padi. Penanaman padi dalam setahun dilakukan sebanyak dua kali masa tanam (MT-I dan MT-II), sedangkan pada masa tanam ketiga (MT-III) lahan sawah dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura berupa tanaman kacang panjang, mentimun, maupun cabai.

“Untuk hasil pertanaman padi yang walaupun mengandalkan air tadah hujan, Alhamdulillah hasilnya bagus dengan rata-rata provitas 8,3 ton per hektare,” ungkapnya.

Kadistan Pandeglang memaparkan, pengelolaan usaha tani dilakukan secara komprehensif mulai dari hulu, proses, hingga hilir, mulai pengolahan lahan, budidaya, pengelolaan pasca panen hingga pemasaran dengan packaging kemasan yang bagus. “Produksi beras yang dijual dengan kemasan 5 kilogram, 25 kilogram atau sesuai pesanan konsumen dengan merk tersendiri yaitu beras ‘Barokah’, di mana beras tersebut merupakan hasil dari tanaman padi anggota poktan dan petani di sekitar Kecamatan Pagelaran,” paparnya.

Dia menyatakan, bagi para konsumen yang berminat untuk membeli padi hasil para petani, tersedia padi dengan kualitas medium dan premium yang dapat dipesan dengan menghubungi contact person 0878-3831-6149 sebagaimana nomor telepon yang tertera dalam kemasan beras tersebut. “Sesuai namanya, semoga poktan ini terus dapat memberikan kebarokahan dan memberikan manfaat untuk semua terutama berperan dalam sumbangsih ketersediaan pangan terlebih saat ini tengah dihadapkan pada mewabahnya Covid-19,” ujar Budi.

Kelompok Tani Berprestasi

Lebih lanjut Budi menerangkan, kegiatan Poktan Barokah berjalan dengan baik, dan pernah mendapatkan prestasi juara dua sebanyak dua kali tingkat Provinsi Banten, yakni pada 2016 dan 2018 sebagai Poktan Teladan dan Poktan Berprestasi dalam budidaya tanaman padi.

Menurut dia, ada beberapa hal positif yang bisa dicontoh dari Poktan Barokah binaan Korluh PPL Dede Sumardi antara lain budaya menabung bagi para anggotanya, yang hasilnya dimanfaatkan untuk pengolahan lahan kembali.

“Hal positif lainnya adalah pertemuan kelompok berjalan dengan baik dan rutin dilakukan sebulan dua kali untuk membahas berbagai pengalaman petani, permasalahan yang dihadapi serta musyawarah solusi penanganannya dengan pendampingan dan pembinaan dari Koordinator Penyuluh serta PPL hingga kelengkapan administrasi kelompok yang baik,” imbuhnya.

Selain itu, tumbuhnya jiwa kebersamaan antar anggota kelompok tani, di mana saling membantu di saat anggota berkekurangan terutama di saat paceklik. “Terhadap bantuan pemerintah berupa alat mesin pertanian, poktan seringkali memberikan bantuannya bagi poktan lain untuk menggarap lahannya. Mereka sadar bahwa bantuan alsintan yang diberikan pemerintah kepadanya hanya sebagai agen yang tertitipi untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin serta membantu petani dan poktan lainnya,” pungkasnya.

Redaktur : D Sudrajat
Reporter : Ari

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here