STATUS kepegawaian dokterĀ  Ahmad Yasin diduga menjadi ladang pungli oknum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon. Pasalnya, meski diketahui tenaga medis spesialis bedah itu sudah tidak aktif bekerja dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, namun hingga kini upahnya tercatat masih mengalir seperti biasa setiap bulannya.

Hal ini terungkap informasi yang dihimpun oleh Aktivis Satya Peduli Banten, Sojo Dibacca. Menurutnya ada mal administrasi yang terjadi mengenai pay roll Dokter Ahmad Yasin, yang belum dinonaktifkan, sehingga aliran dana gaji miliknya masih terealisasi dari alokasi anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

“Temuan kami di lapangan. Ini ada pembayaran gaji atas nama dokter AY yang berjalan dalam tiga tahun terakhir. Padahal yang bersangkutan sudah tidak aktif praktik di RSUD Kota Cilegon. Kami minta Walikota Cilegon untuk segera bergerak menyikapi persoalan ini,” kata Sojo Dibacca, Senin (10/06/2024).

Dikonfirmasi melalui pesan whatsapp. Dokter Ahmad Yasin mengakui adanya perselisihan dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cilegon.

“Kepala bagian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Cilegon menyampaikan sampai saat ini Ahmad Yasin masih aktif dan diduga masih menerima gaji,” tutur Dokter Yasin.

Sementara, Direktur RSUD Kota Cilegon, Dokter Lendy delyanto, mengatakan telah melalukan komunimasi dengan BKPSDM terkait hal tersebut melalui surat resmi yang dia kirimkan.

“Saya sudah pernah bersurat kepada dinas kepegawaian tapi belum ada jawaban dan mungkin saya akan melayangkan surat lagi. Kegiatan kami kan banyak pak, bukan hanya untuk ngurusin persoalaan dokter yasin doang,” ungkap Dokter Lendy.

Terpisah, Kepala Dinas BKPSDM Kota Cilegon, Joko Purwanto, beralasan belum mengetahui secara detail informasi tersebut, karena baru menjabat tujuh bulan di organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengurusi absensi pegawai itu.

Kendati demikian, BKPSDM sendiri telah menerima surat dari RSUD terkait hal ini. Joko berjanji segera melakukan pemanggilan terhadap manajemen rumah sakit untuk mendalami persoalan itu.

“Kami akan melakukan pemanggilan pak dengan manejemen juga. Persoalan nya rada rumit pak kejadian nya sudah 3 tahun lalu sedangkan saya baru menjabat belum ada satu tahun. Kami akan konfirmasi dulu pada yang bersangkutan dan juga dari pihak RSUD nya juga,” kata Joko.

Di RSUD Kota Cilegon, keterangan dari pegawai yang enggan disebutkan namanya, diketahui Dokter Ahmad Yasin disebut sudah tiga tahun pensiun dari pekerjaannya. “Dokter Yasin sudah lama pensiun pak, sudah tahunan tidak di sini kurang lebih 3 tahun,” tuturnya.

Redaktur: Fauzi

Reporter: Dije