Tak Jauh Dari Pusat Pemerintahan, Seorang Kakek di Pandeglang Tinggal di Gubuk Reyot

0
28

MALANG nian nasib Cecep Turkan (72), warga Kampung Cihaseum RT 01/RW 06, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, selama puluhan tahun harus tinggal di gubuk reyot atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pantauan di lokasi, kakek berusia 72 tahun itu tinggal di rumah berukuran 5×3 meter beralaskan tanah serta dinding yang terbuat dari anyaman bambu yang sudah lapuk dimakan usia.

Lebih miris lagi, lokasi rumah kakek Cecep tersebut tidak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Pandeglang.

“Sudah 20 tahun saya tinggal dirumah ini, karena saya asli orang sini. Kalau untuk mandi, saya ikut ke mushola atau masjid yang dekat dengan rumah karena saya tidak punya kamar mandi. Sedangkan untuk mencuci pakaian, biasanya suka ke kali,” ungkapnya, Senin (11/12/2023).

Namun, ada satu hal yang membanggakan pada dirinya. Ia memegang prinsip, meminta belas kasihan orang lain adalah suatu hal yang tabu baginya. Dia rela bekerja apa saja, untuk mendapatkan sesuap nasi dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari.

“Saya hidup seorang diri, tiga orang anak saya sudah merantau keluar daerah dan tinggal disana, sedangkan istri saya sudah meninggal bulan puasa kemarin. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, saya biasa berjualan makanan ringan ke sekolah-sekolah. Namun jika tidak berjualan, untuk makan saya biasa mengambil botol plastik lalu dijual, kadang juga ada tetangga yang suka memberi beras. Tapi saya belum pernah meminta-minta, meskipun tidak memiliki beras untuk dimasak,” ucap Cecep.

Cecep menuturkan, bahwa sejak tinggal di rumah tersebut, dirinya belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan. Karena, kata dia, alamat pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ia miliki tidak sesuai dengan tempat tinggalnya sekarang.

“Kalau untuk bantuan dari pemerintah, selama ini belum pernah dapat karena KTP saya masih beralamat di Garut. Sedangkan untuk mengurus surat pindah dan bikin KTP Pandeglang, kan butuh biaya besar. Untuk makan sehari-hari saja sudah sulit, apalagi untuk mengurus surat pindah,” katanya.

Dirinya berharap, agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang bisa membantu supaya mendapatkan bantuan dan juga memiliki tempat tinggal yang aman serta layak untuk ia tempati.

“Harapan saya dapat bantuan dari pemerintah seperti masyarakat yang tidak mampu lainnya, baik bantuan sembako maupun bantuan perbaikan rumah. Karena rumah yang saya tempati saat ini, sering mengalami kebocoran setiap kali datang hujan,” ujar Cecep.

Sementara, Camat Kecamatan Pandeglang, Bambang Suyanto menegaskan, jika pihaknya telah melakukan pendataan terhadap Cecep Turkan melalui Kelurahan Pandeglang.

“Sudah di data oleh pihak Kelurahan Pandeglang, dan saat ini kami sedang mengupayakan untuk kepindahan beliau melalui online. Karena KTP nya masih beralamat di Garut, jadi kami usahakan untuk memiliki KTP di Pandeglang,” singkatnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here