Tanto Sidak Dua Proyek DPUPR Pandeglang

0
225
Foto : Dendi/ tuntasmedia.com

WAKIL Bupati Pandeglang, Banten, Tanto Warsono Arban masih menemukan beberapa hasil pembangunan jalan di wilayahnya yang belum maskimal. Namun begitu kondisinya tidak terlalu parah dan harus segera diperbaiki.

“Kegiatan ini monitoring evaluasi terhadap kegiatan infrastruktur khususnya ruas jalan, betonisasi dan hotmix. Tujuan kami dalam rangka pengawasan dan input masukan. Kondisi tanah kita kan tergolong labil jadi perlu diawasi betul,” ujar Tanto usai melakukan monitoring pembangunan jalan di Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari dan di Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Selasa (29/08/2017) siang.

Dalam sidak itu, Tanto memeriksa hasil pekerjaan di dua lokasi tersebut. Bahkan ia sempat berjalan sekitar dua kilometer di pembangunan jalan hotmix yang menghubungkan Kadubale-Kaduranggem, Kecamatan Banjar.

Menurut Tanto, peninjauan itu merupakan upaya pengawasan pemerintah terhadap proyek pembangunan jalan. Mengingat kondisi tanah di Pandeglang tergolong labil, sehingga perlu dilakukan pengawasan. Hal itu pula untuk mengantisipasi adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

“Setelah kami lihat kondisi jalan beton Cipacung-Pakuhaji sebagian besar lumayan baik, hanya ada beberapa yang minor dan perlu perbaikan seperti jalan kurang padat. Namun sudah kami sampaikan ke pihak ketiga. Kemudian jalan di Kadubale juga sama. Yang terpenting bagi kami volumenya jangan sampai fiktif, seperti ketebalan dan volume dikurangi,” ungkap politisi Golkar ini.

Tetapi menurutnya, hasil tersebut bisa dilihat tujuh hari ke depan. Karena saat ini masih dalam proses pembangunan, belum selesai dan serah terima. Maka kerusakan yang ditemukan harus segera diperbaiki.

“Nanti juga kan ada masa pemeliharaan sehingga hasilnya maksimal,” sambungnya.
Tanto pun mengingatkan, pengusaha agar mengerjakan pembangunan sesuai dengan spesifikasi. Jika sampai selesai pengerjaan ditemukan hasil yang mengecewakan, maka Pemkab Pandeglang akan menunda pembayaran sampai diperbaiki sesuai perencanaan.

“Jika ada pekerjaan yang ditemuakan tidak sesuai maka kami akan menunda pembayarannya sampai diperbaiki sesuai spesifikasi,” ancamnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Anwari Husnira menyebutkan, bahwa sejauh ini progres pembangunan jalan di Pandeglang sudah mencapai 40 persen. Ia pun optimis pada bulan Oktober proses pengerjaan jalan sudah selesai.

“Insya Allah antara September Oktober sudah selesai 100 persen, kecuali yang baru selesai lelang. Sekarang progres sudah hampir 30-40 persen. Kalau yang lelang diawal Mei bisa selesai sekarang-sekarang,” ujarnya.

Saat ini tinggal 13 ruas jalan yang belum dilakukan, lantaran baru diselesai melalui tahap lelang. Adapun pada tahun ini, DPUPR membangun sekitar 70 kilometer jalan dari 700 kilometer jalan di Pandeglang yang butuh pembangunan.

“Tahun ini ada sekitar 190 ruas jalan yang dikerjakan, sekarang tinggal 13 yang menunggu proses lelang. Tahun ini kami bangun sekitar 70 kilometer dari total 700 kilometer,” bebernya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Dendi

Facebook Comments