Tekan Angka Stunting, Ini Yang Rutin Dilakukan Puskesmas Mandalawangi

0
22

GUNA menekan angka stunting, Puskesmas Mandalawangi terus melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.

“Untuk menekan angka stunting, kita terus melakukan pemantauan pertumbuhan atau perkembangan anak. Jadi setiap bulannya kita melakukan kegiatan Posyandu di desa masing-masing, untuk mengetahui apakah berat badan anak-anak naik apa turun,” kata Kepala Puskesmas Mandalawangi, Elsa Mariana,, Rabu (31/1/2024).

Elsa menerangkan, selain melakukan pemantauan pertumbuhan atau perkembangan anak, pihaknya juga rutin memberikan makanan tambahan dan pemberian multivitamin kepada anak-anak saat pelaksanaan Posyandu.

“Kita juga ada pemberian makanan tambahan dan multivitamin untuk yang stunting, khususnya bagi anak stunting dengan penyerta. Biasanya kita bawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter umum, kalau misalkan butuh penanganan khusus dari dokter spesialis anak maka kita akan rujuk,” ucapnya.

Menurutnya, dari 4000 balita angka stunting di Kecamatan Mandalawangi hanya ada sekitar 14 orang. Angka tersebut, membawa Puskesmas Mandalawangi berada diurutan kedua angka stunting terendah di Kabupaten Pandeglang.

“Kalau disini persentasinya dari 4000 balita hanya 14 orang yang stunting nya, kalau di Kabupaten kita nomor 2 dari bawah. Kalau yang lain kan ada yang 100, ada yang 150. Kalau kita tadinya ada 100 orang setelah dilakukan validasi lagi, Alhamdulillah hanya 14 orang,” ungkap Elsa.

Elsa menyampaikan, bahwa ada tiga faktor yang menyebabkan anak menderita stunting, pertama kurangnya asupan makanan di usia 1000 hari kehidupan, pola sanitasi yang buruk dan pola asuh yang kurang baik.

“Adapun faktor penyebabnya yaitu yang pertama dari asupan makanannya, dari 1000 hari kehidupannya memang kurang, selama masa kehamilan sampai usia anak 2 tahun. Kalau misalkan itu dicukupi insyaallah aman. Yang kedua pola sanitasinya, kalau dilingkungan keluarga masih menggunakan jamban yang tidak sehat, bisa menyebabkan diare sehingga akan berpengaruh terhadap penurunan berat badannya, yang terakhir pola asuh yang kurang baik, semisal dari usia 6 bulan hanya diberikan asi eksklusif saja, harusnya diberikan makanan tambahan,” ujarnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here