144 Pencari Kerja Ikuti Pelatihan Sertifikasi BNSP

0
14

UPT Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pandeglang diguyur anggaran sebesar Rp 700 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk menyelenggarakan pelatihan kerja berbasis kompetensi 2024 di wilayah kerja UPT BLK Pandeglang.

“Alhamdulillah kita tahun ini mendapatkan anggaran dari APBN lebih dari Rp 700 juta, tiap tahun juga sama untuk menggelar pelatihan seperti ini,” Kata Kepala Disnakertrans Pandeglang, Mohamad Kabir, Rabu (10/7/2024).

Kabir juga merincikan bahwa pelatihan yang dibuka diperuntukkan bagi 144 orang yang kemudian dibagi tiga angkatan dengan masing-masing angkatan sebanyak 48 orang.

Selain itu, ada sekitar enam kelas atau jurusan yang bisa dipilih oleh para peserta pelatihan. Jurusan yang dimaksud diantaranya Manajemen Perkantoran, Tenaga Listrik, Teknik Elektro, Pemesinan, Otomotif, dan Menjahit.

“Kita sudah mulai sejak awal tahun, dan saat ini sudah berjalan untuk gelombang ketiga. Dan untuk masing-masing kelas itu biasanya diisi sekitar enam orang dengan lama pelatihan 33 hari kerja,” paparnya.

Kebanyakan, peserta yang mengikuti pelatihan itu sendiri merupakan masyarakat yang baru saja lulus sekolah tingkat SMK sederajat atau atau belum dan sedang mencari pekerjaan.

Hasil dari pelatihan tersebut, Kabir menjelaskan bahwa nantinya para peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat berstandar nasional. Dengan sertifikat tersebut, nantinya para peserta bisa menggunakannya ketika hendak melamar pekerjaan

“Sertifikat nasional itu bisa dijadikan bekal dia (peserta) itu untuk melamar kerja. Biasanya kan perusahaan nanya keahlian, nah sertifikat itu bisa jadi bukti keahlian mereka,” terangnya.

Ditemui di workshop pelatihan, salah satu peserta, Eka Selviana mengaku dirinya memilih mengikuti pelatihan tersebut untuk mengisi waktunya sebelum dirinya bekerja.

Wanita yang baru saja lulus dari SMKN 1 Pandeglang itu juga memilih jurusan Teknik Elektro karena memang dirinya memiliki ketertarikan di bidang tersebut.

“Sambil nyari lowongan ya saya juga mau nyari pengalaman. Lumayan kan ketimbang nunggu di rumah,” kata Eka.

Sejauh ini, Eka juga mengaku tak pernah mendapatkan kendala selama mengikuti pelatihan. Bahkan, dirinya bersyukur karena selain mendapatkan pelatihan secara gratis, para peserta juga mendapatkan sejumlah fasilitas untuk menunjang kegiatan pelatihannya.

“Kita dapet makan sehari sekali, terus juga dapet kaos. Yang pastinya ya pelatihannya ini gratis. Ya mudah-mudahan setelah lulus dari BLK ini bisa dapat kerja,” tandasnya.

Redaktur : Fauzi