SERANG, TUNTASMEDIA.COM— Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gema Bangsa menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Provinsi Banten sebagai langkah awal memperkuat mesin organisasi di Tanah Jawara.
Lewat konsolidasi ini, Partai Gema Bangsa secara tegas mengusung gagasan desentralisasi politik dan kemandirian daerah untuk mendobrak gaya kepemimpinan partai yang selama ini dinilai terlalu sentralistik.
Kehadiran partai anyar ini membawa misi reformasi tata kelola internal. Selama ini, mekanisme pengambilan keputusan partai politik kerap didominasi oleh elite tingkat pusat, terutama dalam penentuan calon kepala daerah yang sering kali berseberangan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Partai Gema Bangsa berkomitmen mengikis dominasi tersebut agar iklim demokrasi di daerah lebih responsif dan berintegritas.
Dalam pengarahannya, DPP Partai Gema Bangsa mempertegas tiga pilar utama perjuangan partai, yaitu pelaksanaan desentralisasi politik dengan melimpahkan wewenang penuh kepada pimpinan wilayah dan daerah untuk menentukan calon pemimpin sesuai aspirasi warga setempat, penanaman kemandirian kader dan spirit jawara yang mengadopsi nilai-nilai kepemimpinan lokal yang berani, merakyat, dan berintegritas guna mencetak kader berakar kuat, serta penegakan demokrasi tanpa mahar yang menolak politik oligarki, dinasti, dan praktik koruptif demi menjamin kontestasi politik lokal yang transparan dan berkeadilan.
Sebagai implementasi konkret dari agenda tersebut, Rakorwil resmi menunjuk Ahmad Yani sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema Bangsa Provinsi Banten.
Dalam sambutan perdananya, Ahmad Yani menegaskan kesiapannya untuk mengawal serta membumikan panji-panji Partai Gema Bangsa di seluruh pelosok Banten.
Ia mengaku bahwa keberanian partai ini memotong rantai sentralisasi menjadi alasan utama yang mendorongnya untuk bergabung.
“Banyak sumber daya manusia yang handal di daerah, namun mereka tak terwadahi karena partai-partai sebagai pilar demokrasi justru menganut konsep sentralisasi tempat semua keputusan bergantung pada Ketua Umum,” paparnya.
Ia meyakini bahwa keterbukaan dan kewenangan yang diberikan kepada pengurus daerah akan menjaga kemurnian suara rakyat dalam tiap kontestasi.
Dengan konsep desentralisasi, ia berharap amanah rakyat akan terkawal dengan baik sehingga tidak ada lagi cerita tentang perbedaan antara pihak yang dipilih dan pihak yang dilantik, serta dapat menekan budaya transaksional.
Mengenai langkah taktis ke depan, Yani menyatakan bahwa agenda utamanya dalam waktu dekat adalah mengawal kelancaran proses verifikasi partai.
“Kami akan langsung bergerak cepat melakukan roadshow ke kabupaten dan kota di seluruh Banten guna memastikan kesiapan struktur partai hingga tingkat basis,” ujarnya.
Redaktur: Rizal Fauzi























