Dua Ribu Lembaga PAUD dan Pendidikan Non formal Ikuti Jambore di Pandeglang

0
21

Ribuan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pendidikan non formal di Kabupaten Pandeglang mengikuti Jambore PAUD dan Pendidikan Non formal (PNF) Pandeglang ke-1 Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di GOR Cikupa, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD-TK Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Raden Karna Sujana mengatakan, seluruh satuan pendidikan di Pandeglang terlibat dalam jambore tersebut melalui organisasi kemitraan.

“Kalau berbicara sekolah, semuanya terlibat. Namun yang hadir di kegiatan ini merupakan perwakilan dari organisasi mitra pendidikan, baik PAUD maupun pendidikan non formal,” kata Raden Karna saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa 30 Desember 2025.

Raden Karna menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 2.000 lembaga PAUD dan pendidikan non formal yang berada di bawah binaan Disdikpora Kabupaten Pandeglang. Jambore PAUD dan PNF ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus silaturahmi antar lembaga pendidikan.

Menurut dia, rangkaian kegiatan jambore PAUD dan PNF 2025 diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pembukaan kegiatan, peluncuran program pendidikan, hingga penyampaian manifesto pendidikan Pandeglang.

Selain itu, panitia juga menggelar sejumlah perlombaan yang melibatkan peserta didik maupun tenaga pendidik. Perlombaan tersebut diikuti oleh empat jenjang pendidikan, yakni PAUD, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Perlombaan tidak hanya untuk anak didik, tapi juga untuk tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga pengelola atau kepala lembaga pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap jambore PAUD dan PNF ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini dan pendidikan non formal di Kabupaten Pandeglang.

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menilai jambore PAUD dan PNF memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Menurutnya, pembentukan karakter anak harus dimulai sejak usia dini, meskipun anak masih berada pada fase bermain.

“Anak-anak ini adalah cikal bakal generasi emas 2045. Dari usia dini inilah kita harus mendidik dan mendampingi mereka agar memiliki karakter yang kuat saat menapaki jenjang pendidikan berikutnya,” kata Raden Dewi Setiani.

Dewi menegaskan, karakter cerdas, berakhlak, dan beriman menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Ia menilai pendidikan karakter tidak bisa ditunda dan harus berjalan seiring dengan proses belajar anak-anak PAUD dan TK.

Selain karakter, Dewi juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi anak. Ia mendorong peran keluarga, khususnya ibu, sebagai lingkungan pertama yang membentuk kebiasaan belajar dan membaca pada anak.

“Rumah adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Dari sanalah budaya membaca dan rasa ingin tahu bisa mulai dibangun,” ujarnya.

Ia mengapresiasi peran guru PAUD, TK, serta tenaga pendidik non formal yang dinilai konsisten mendampingi anak-anak dalam proses tumbuh kembang mereka.

Ia berharap jambore PAUD dan PNF tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Pandeglang.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang menargetkan kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas program maupun manfaat langsung bagi pendidik dan peserta didik.