SELALU tampil cantik dan menawan, menjadi dambaan mayoritas wanita, sehingga banyak dari mereka yang tergiur dengan promosi perawatan kecantikan dengan harga murah.
Salah satu yang sedang digandrungi masyarakat yaitu trend sulam alis, yang semakin hari semakin banyak peminatnya. Maka tak heran kini banyak bermunculan pesulam baru.
Beautician profesional atau konsultan kecantikan, Erica Anca mengatakan, saat ini antusiasme masyarakat terhadap sulam alis sangat tinggi. Itu artinya, masyarakat sudah mulai paham apa itu sulam alis dan manfaatnya.
“Manfaatnya yang pasti dapat membantu efisiensi waktu kaum wanita dalam berdandan. Karena bagi kebanyakan wanita, tampil cantik dan sempurna itu adalah suatu keharusan Maka dengan sulam alis, waktu berdandan jadi lebih singkat dan penampilan pasti lebih menarik dengan bentuk alis rapih,” katanya.
Kata dia, hal yang harus diperhatikan kaum wanita yang mau melakukan treatment sulam alis, adalah ketelitian dalam memilih tempat sulam alis. Perlu juga diperhatikan latar belakang dan pengalaman beautician-nya, higienitas, jam terbang, lisensi tempat usahanya dan juga yang paling penting hasil sulaman sebelumnya.
“Konsultasi lebih dahulu dengan beautician anda tentang sulam alis yang akan dikerjakan, tanyakan juga tentang alat dan bahan yang digunakan karena harus higienis dan aman,” tambah dia.
Biasanya beautician profesional akan menjelaskan lebih dulu tentang sulam dan perawatannya, lalu mencocokan tipe sulaman dengan masing-masing klien. Satu hal yang penting juga bahwa kualitas itu ada.
“Jangan tergiur dengan harga murah, lebih cermat memilih karena banyak sekali kasus yang ditemukan gagal sulam atau cacat, karena pemilihan tempat sulam yang tidak tepat berakibat fatal. Sebab bisa membuat penampilan kacau balau,” paparnya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih cermat lagi dalam memilih tempat sulam alis, karena ini diaplikasikan di wajah, dengan jangka waktu yang cukup lama. “Percayakan sulam alis anda pada pesulam yg profesional Karena sulam alis yang berkualitas itu tidak murah,” pungkasnya.
Redaktur : Dendi
Reporter : Farid























