Kejar Target Penerimaan Pajak Kendaraan, Ini Yang Dilakukan Oleh Samsat Pandeglang

0
194

METODE door to door, menjadi cara andalan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) pada Bapenda Banten Cabang Pandeglang untuk mendata wajib pajak yang menunggak.

Pasalnya, melalui metode door to door, petugas Samsat langsung melakukan pendataan dan menghimbau kepada para wajib pajak agar segera membayar pajak.

Kepala UPTD Bapenda Banten Cabang Pandeglang, Epy Shafiullah menyatakan, bahwa metode door to door tidak hanya bermaksud untuk mendata wajib pajak saja.

“Ini adalah bentuk upaya-upaya untuk mendata wajib pajak yang belum membayar agar segera membayarnya. Jadi door to door juga untuk mencari status kendaraan seperti apa kendaraan itu rusak, apa sudah dijual dan sebagainya,” ungkapnya kepada Tuntas Media, Jum’at (19/5/2023).

“Selain melakukan door to door, kita juga berencana akan ada penambahan jam pelayan di samling biasanya mulai dari jam 4 sore kita majukan menjadi jam 14.00 samapi jam 20.00, yang akan dimulai pada hari Senin besok,” sambungnya.

Epy menyebut, jika sebanyak 350 berkas kendaraan yang belum dibayarkan pajak kendaraan bermotor (PKB).

“Saat ini, sudah 350 berkas itu wajib pajak yang telah kami data yang berada di Kecamatan Majasari. Dan saat ini pula kami tengah menerjunkan petugas, untuk memastikan penelusuran kendaraan yang belum mendaftar ulang. Masih dipegang tangan, atau hilang atau di tarik leasing atau bagaimana,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan itu dilakukan guna mengantisipasi kendaraan yang sudah berpindah kepemilikan, hilang dan atau ditarik oleh pihak leasing.

“Kebanyakan kendaraan sudah ditarik leasing, tapi masyarakat tidak melapor dan tersendat. Kalau hilang, kita sarankan untuk membuat surat laporan kehilangan. Akan tetapi, kalau kendaraannya masih ada kita sarankan untuk membayar pajak,” harap Epy.

Epy mengimbau kepada wajib pajak (WP), apabila kendaraannya sudah berpindah kepemilikan terutama keluar daerah agar segera melakukan pemblokiran ke Samsat.

“Kalau kendaraannya sudah dijual, pemilik lama untuk segera melakukan pemblokiran dan pembeli baru kita minta data ke yang pemilik lamanya. Selain itu, ke depan akan kita rencanakan gerakan bersama mulai dari upt sampai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi dan Kabupaten Pandeglang, untuk melakukan rajia atau pendataan kepada wajib pajak di setiap tempat-tempat parkir. Dan kita juga akan mendata kendaraan, bersama pihak kepolisian di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here