Kelompok 4 program KKN Berdampak UPN “Veteran” Jawa Timur yang beranggotakan mahasiswa dari empat program studi, yaitu Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Teknologi Pangan, dan Fisika, berkolaborasi menghadirkan sistem pengelolaan limbah cair di kantin kampus. Inisiatif ini menjadi langkah nyata untuk menekan potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas harian kantin yang setiap hari melayani ratusan mahasiswa.
Tingginya volume limbah cair, mulai dari air bekas mencuci, sisa proses memasak, hingga minyak jelantah, menjadi alasan utama lahirnya program ini. Jika tidak diolah dengan baik, limbah tersebut berpotensi mencemari saluran air dan menimbulkan bau tidak sedap. Melalui kerja sama lintas disiplin, Kelompok 4 merancang fasilitas pengolahan yang efektif sekaligus memberikan edukasi kepada para pelaku usaha kantin agar lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Selain membangun instalasi pengolahan, program ini juga mengedepankan pendekatan partisipatif. Pengelola kantin dilibatkan sejak tahap perencanaan sehingga nantinya mereka dapat mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri. Teknologi yang digunakan tergolong sederhana, berupa sistem penyaringan partikel pencemar, sehingga air buangan menjadi lebih ramah lingkungan.
Kontribusi dari masing-masing jurusan menjadi kunci keberhasilan program ini. Teknik Sipil merancang instalasi fisik pengolahan limbah, mulai dari desain saluran pembuangan, bak penampungan, hingga konstruksi IPAL sederhana yang sesuai dengan kondisi kantin kampus. Teknik Lingkungan fokus pada proses pengolahan limbah dengan metode penyaringan dan pengendapan partikel pencemar agar air buangan lebih aman ketika dilepas kembali ke lingkungan.
Teknologi Pangan berperan memberikan edukasi kepada pengelola kantin tentang pengurangan sisa bahan makanan serta pemanfaatan minyak jelantah agar tidak langsung dibuang ke saluran air. Sementara itu, Fisika berperan dalam pemasangan sensor sederhana untuk memantau tinggi rendahnya air pada instalasi IPAL, sehingga sistem dapat terkontrol lebih baik dan terhindar dari risiko meluap.
Upaya ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menanamkan kesadaran jangka panjang. Dengan kebiasaan baru yang terbentuk, diharapkan pengelolaan limbah cair dapat menjadi bagian dari rutinitas pengelola kantin, meskipun masa KKN telah berakhir.
Dengan dukungan penuh dari pihak kampus, termasuk unit pengelola kantin, program ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi contoh penerapan pengelolaan limbah cair berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Ke depan, inovasi ini juga berpotensi diadaptasi oleh fasilitas lain di area kampus untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Penulis: Diana Aqidatun Nisa, S.T., M.Ds.; Dina Kurnia Shanty; Salsabila Aulia; Karina Jelita Putri; Nabilla; Farand Alvydi Mukti























