Lima Tahun Tak Dipakai, BTS di Kadugajah Membahayakan

0
980

WARGA di Kampung Kadugajah RT 06 RW 08, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, resah dengan keberadaan menara telekomunikasi atau Base Tranceiver Station (BTS) milik salah satu perusahaan provider telekomunikasi yang sudah tidak berfungsi sejak lima tahun terakhir.

Tower yang tingginya sekitar 70 meter tersebut dididirikan tahun 1995 lalu di dekat dengan pemukiman warga. Saat ini kondisi tower tersebut tidak terawat dengan karat di beberapa bagian.
Selain itu, barang elektronik warga sepertu televisi rusak dan listrik mati akibat dari penangkal petir dari tower tersebut sudah tidak ada.

“Memang kita sudah membuat surat ke pihak Telkom, tapi tidak ada tindakan apa apa sampai sekarang, hanya sekedar menjanjikan akan datang. Kami juga sedang menunggu perusahaan ini, kita khawatir jangan sampai ada korban,”
ujar Ketua RT 06, Utom Bustomi di Pandeglang, Senin (19/08/2019).

Ia mengaku, empat tahun lalu sudah mengirimkan surat somasi kepada pihak perusahaan. Surat itu berisikan agar perusahaan segera menurunkan tower. Karena tidak segera diturunkan khawatir akan membahayakan masyarakat sekitar.

Sekitar 50 kepala keluarga berada di radius 100 meter tower, termasuk Kampung Kaducau.
Ia berharap perusahaan tersebut segera merealisasikan, karena sudah mengancam keselamatan manusia.

“Karena kami juga menunggu kedatangan dari PT Telkom, mudah- mudahan dengan adanya informasi dari media perusahaan akan sadar bahwa akan banyak korban kalau tidak segera di turunkan towernya,” tuturnya.

Terpisah, Ketua RT 03 Kampung Kaducau, Engkus mengatakan, perusahaan tersebut tidak diketahui pemiliknya hanya mengatasnamakan PT. Tower atau yang masyarakat tahu itu merupakan PT. Telkom Bersama yang digunakan oleh beberapa perusahaan.

“Jadi pas Oktober 2016 dalam surat somasi itu akan diambilalih oleh masyarakat jika tidak segera direalisasikan, namun sampai sekarang tidak ada tanggapan apa apa,” pungkasnya.

Sementara itu, warga setempat Mudin (38) mengharapkan, agar tower tersebut segera diturunkan agar tidak memakan korban. Karena sudah banyak merusak barang elektronik seperti AC, TV dan lain-lain milik warga. Ia juga berharap agar pemerintah ikut turun tangan agar tower tersebut segera diturunkan.

“Takut roboh aja, kami hanya minta dirobohkan. Dari pihak perusahaan pernah ke sini tapi tidak ada keputusan lagi bilangnya iya datang iya datang tapi sampai sekarang tidak ada,” harapnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian