Masyarakat Tidak Perlu Resah dan Panik Hadapi Wabah Covid-19

0
49

SATU pasien dalam perawatan (PDP) Covid-19 asal Kabupaten Pandeglang dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Drajat Prawira Negara (RSDP) Serang. Meski begitu, pemerintah belum bisa memastikan pasien tersebut positif ataupun negatif terinfeksi virus corona, karena masih harus menuggu hasil dari Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Kasat Pol PP Pandeglang, Entus Bakti yang diutus Bupati Irna Narulita untuk bertakziah ke rumah korban di Kecamatan Mekarjaya, Sabtu (21/3) lalu, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.

“Kami diutus mewakili ibu bupati untuk mengucapkan turut berduka cita, mudah-mudahan diberi kesabaran untuk keluarga yang ditinggalkan,” kata Entus Bakti.

Terpisah, Bupati Irna Narulita mengimbau, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi wabah Covid-19. Ia mengajak masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt.

“Saya harap masyarakat tetap tenang, jangan terpengaruh oleh isu yang tidak benar yang sumbernya belum jelas,” kata Irna.

Melalui siaran pers, Minggu (22/03/2020) petang, Juru Bicara Gugus Tugas Kewaspadaan Covid-19 Pemkab Pandeglang, Sulaeman menjelaskan, terjadi peningkatan jumlah orang dalam pegawasan (OPD) dari sebelumnya 17 orang menjadi 37 orang.

“Peningkatan ODP ini karena biasanya di akhir minggu orang-orang yang bekerja dari Jakarta pulang mudik ke kabupaten kita (Pandeglang, red). Nah orang-orang inilah yang terjaring oleh petugas di lapangan. Jadi wajar kalau status ODP menjadi meningkat,” kata Sulaeman.

Kemudian untuk, kasus PDP berkurang menjadi dua PDP, namun saat ini kembali bertambah satu atau menjadi tiga kasus PDP. Kata dia, ada satu kasus PDP yang menarik, karena hasil laboratoriumnya negatif terinvenksi virus corona.

“Jadi patut kita syukuri. Namun yang dua (PDP, red) masih menunggu hasil uji laboratorium,” sambungnya.

Di RSU Berkah Pandeglang, sambung dia, sudah terpasang tenda besar yang terpasang untuk membatasi pasien yang akan masuk ke Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hal tersebut penting dilakukan untuk menapiskan pasien-pasien yang akan diperiksa di IGD.

“Apakah ini pasien yang berisiko terkena corona atau tidak,” ujar dia.

Pada masa social distancing ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktifitas yang tidak perlu di luar rumah. Masyarakat diminta untuk mengoptimalkan aktifitas di dalam rumah dan meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari keramaian dan menghindari kegiatan yang mengundang banyak orang.

“Semoga kita bisa tercegah dari penyebaran virus corona ini,” pungkasnya.

Redaktur : A. Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here