Pemotor Keluhkan Kendaraan Sumbu Tiga Melintas di Jalan AMD Lintas Timur Pandeglang

0
480

BANYAKNYA kendaraan sumbu tiga yang melebihi tonase melintas diruas Jalan AMD Lintas Timur, tepatnya di Kampung Jajaway, Kelurahan Kadomas, Kabupaten Pandeglang, dikeluhkan para pengguna jalan lainnya. Pasalnya kendaraan yang melebihi tonase tersebut, kerap menjadi penyebab kemacetan bahkan rentan menimbulkan kecelakaan di jalan yang menanjak.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Rizky mengaku, sering melintas di ruas Jalan Lintas Timur AMD. Namun saat melintas di ruas jalan tersebut, terjadi kemacetan yang cukup panjang yang diakibatkan adanya kendaraan sumbu tiga yang membawa muatan melebihi tonase yang sedang menanjak secara perlahan.

“Saya kira ada kecelakaan, ternyata ada kendaraan sumbu tiga yang sedang menanjak secara perlahan. Karena pengendara lain takut kendaraan besar tersebut tidak kuat menanjak dan takut mundur kembali, akhirnya terpaksa menunggu kendaraan itu sampai menanjak sehingga terjadi kemacetan,” kata Rizky saat ditemui di lokasi, Selasa (25/02/2020).

Menurutnya, banyaknya kendaraan besar yang mengangkut pasir dengan melebihi tonase tersebut, rentan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.
“Coba kalau kendaraan itu tidak kuat nanjak dan mundur kembali, tentunya akan menabrak kendaraan lain yang ada di belakangnya. Kalau sudah terjadi kecelakaan, siapa nanti yang akan tanggung jawab,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Rizky, dirinya berharap instansi terkait untuk segera melakukan penanganan agar kendaraan besar yang melebihi tonase untuk tidak melintas di ruas jalan tersebut atau mengalihkan ke ruas jalan lain.

“Kondisi ruas Jalan Lintas Timur AMD kan menanjak, alangkah baiknya kalau kendaraan besar tidak melalui ruas jalan ini. Saya harap instansi terkait, kalau bisa jalurnya dipindahkan,” harapnya.

Kabid Lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Pandeglang, Wawan Suwandi mengatakan, kendaraan besar atau kendaraan sumbu tiga yang melintas di ruas jalan di Pandeglang, mayoritas kendaraan pengangkut material untuk pembangunan jalan tol di Kabupaten Lebak.

“Mayoritas kendaraan-kendaraan besar yang melintas itu, operasionalnya ke Kabupaten Lebak, karena ada pembangunan exit tol di sana untuk mengangkut matrial seperti batu, pasir dan lainnya,” katanya.

Wawan mengakui, untuk kendaraan besar atau kendaraan sumbu tiga yang saat ini sering melintas di wilayah Kabupaten Pandeglang, memang masih ada. Akan tetapi intensitasnya relatif sedikit. Kata Wawan, pihaknya sering kali melakukan opereasi dengan Dishub Provinsi di beberapa titik yang kerap kali dilintasi kendaraan sumbu tiga, dan pihaknya pun sering kali membberikan hibauan kepada pengemudi untuk tidak over load.

“Kita juga kerap memberikan himbauan. Tujuannya agar jangan sampai membawa muatan yang berlebihan, sehingga menyebabkan mogok ditengah jalan sehingga mengakibatkan kemacetan. Selain itu kita juga sudah memasang rambu di Cipacung, agar kendaraan besar tidak melintas masuk ke jalur kota,” ungkapnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here