PUSAT Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Pandeglang mengimbau kepada warga pemilik ayam atau jenis unggas lainnya untuk mewaspadai terjadinya penyebaran virus flu burung atau avian influenza.
Hal itu disampaikan Kepala UPT Puskeswan Pandeglang Ade Setiawan menyusul pernyataan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang Dr. Nasir, Sp.,MBA.,MP yang menyatakan, bahwa saat ini di 3 Desa Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang telah dinyatakan tertular virus Avian Influenza (HPAI).
Terkait hal tersebut Ade Setiawan mengungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Kepala DPKP Pandeglang telah mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor: 520/363-DPKP/1/2025 tanggal 24 Januari 2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Penyakit Flu Burung atau Avian Influenza pada Hewan Ternak Unggas.
“Dalam SE tersebut menegaskan perlunya dilakukan tindakan pencegahan secara dini serta meminimalisir kerugian ekonomi peternak maupun masyarakat yang memiliki ayam kampung,” ungkap Kepala Puskeswan Pandeglang Ade Setiawan melalui pesan rilis, Minggu (26/01/2025).
Ade Setiawan mengatakan, setelah virus penyakit mulut dan kuku (PMK) mewabah tahun 2022 lalu terjadi di Pandeglang, salah satu penyakit hewan menular strategis yang dikhawatirkan kembali mengancam pada tahun ini adalah flu burung.
“Menurut laporan sementara yang kami peroleh dari petugas penyuluh lapangan (PPL) Kecamatan Cigeulis, ancaman virus flu burung dikonfirmasi terjadi tidak hanya pada 3 desa, tapi desa lainnya juga mengalami kejadian ayam mati mendadak seperti dialami di Desa Ciseureuheun, Tarumanegara, dan Karangbolong,” katanya.
Untuk itu, lanjut Ade, Puskeswan Pandeglang mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran virus flu burung dengan melaporkan setiap ada kejadian ayam mati serta memastikan bangkai ayam yang mati mendadak segera dibakar dan dikubur jauh dari pemukiman.
“Bangkai jangan dibuang sembarangan apalagi dibuang ke kolam atau aliran sungai, karena nantinya akan terjadi penularan virus ke wilayah atau daerah lainnya,” terangnya.
Upaya lain yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan melakukan desinfeksi kandang atau menyemprot lingkungan sekitar rumah dengan desinfektan atau bisa memanfaatkan cairan sabun deterjen yang biasa digunakan untuk mencuci.
“Cara melakukan desinfeksi yang benar itu dengan membersihkan dahulu kandangnya dari sisa kotoran unggas atau ayam, baru kemudian lakukan penyemprotan secara merata di kandang maupun lingkungan sekitar kandang atau rumah,” jelasnya.
Selain itu tambah Ade, pisahkan ayam yang sakit, tidak disatukan dengan ayam yang sehat, beri vitamin unggas secukupnya, serta pentingnya selalu menjaga perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat lantaran virus ini memiliki kecenderungan untuk menjadi infeksi zoonosis, yang berarti mudah menyebar dari hewan ke hewan namun juga berpotensi bisa menginfeksi manusia.
“Untuk kewaspadaan dini segera laporkan kejadian hewan unggas mati melalui petugas penyuluh lapangan terdekat atau bisa hubungi layanan call center dokter hewan Puskeswan 0878-7444-1565,” imbuhnya.
Untuk menindaklanjuti SE Kepala DPKP Pandeglang, Ade mengungkapkan bahwa Puskeswan Pandeglang telah membentuk 4 tim reaksi cepat untuk memantau perkembangan kasus flu burung di lapangan dan memastikan akan merespon laporan warga yang diterimanya.
Diketahui, berdasarkan hasil rapid test AI yang dilakukan petugas Puskeswan Pandeglang terhadap 12 sampel di 3 desa Kecamatan Cigeulis diperoleh hasil 10 positif dan 2 sampel negatif.
Adapun hasil uji laboratorium UPTD Pelayanan dan Pengujian Veteriner (PPV) Provinsi Banten menggunakan metode uji PCR Avian Influenza tipe H5 dari 6 sampel yang diperiksa 5 diantaranya positif.
Begitu pula dengan informasi hasil untuk uji PCR swab dan organ dari bangkai 2 ayam, yang dikirim ke laboratorium pusat Balai Veteriner (B-Vet) Subang, semua Positif Influenza A H5 Clade 2.3.2.
Dengan adanya hasil rapid test AI dan dirilisnya laporan hasil pengujian laboratorium tersebut, meneguhkan pernyataan Kepala DPKP Pandeglang yang menyatakan Kabupaten Pandeglang sudah tertular Flu Burung, dan perlunya penanganan penyakit ini secara serius, dengan pelibatan lintas sektor terkait, serta tentu saja harus ada support sumberdaya yang memadai dari pemerintah.























