Ribuan Hektare Sawah Terkena Puso, Dinas Pertanian Pandeglang Ajukan Asuransi

0
141
ILUSTRASI KEMARAU (ISTIMEWA)

RIBUAN hektare sawah di Kabupaten Pandeglang mengalami puso akibat kemarau panjang. Guna mengantisipasi dampak kekeringan, Pemkab Pandeglang melakukan sejumlah langkah. Beberapa waktu lalu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini kekeringan meteorologis. Dalam peringatan dini tersebut, sebanyak 13 kecamatan di Kabupaten Pandeglang masuk dalam peringatan dengan kategori waspada siaga hingga awas.

Kasi Produksi Tanaman Serelia Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Sopia mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya mengantisipasi dampak kekeringan dengan menyediakan pompa air untuk para petani.
Pompa air tersebut dimaksudkan untuk membantu mengalirkan air dari sumber seperti sungai ke sawah petani. Selain itu, untuk penanganan jangka panjang juga diajukan pengadaan sumur artesis kepada pemerintah pusat.

“Data terakhir kami yang tercatat sebanyak 2.387 hektare sawah yang tersebar di 11 kecamatan alami puso akibat dampak kekeringan,” ujar Sopia, Senin (02/09/2019).
Upaya menganani masalah itu, pihaknya mencatat seluas 1.617,63 hektare lahan sawah didaftarkan untuk realisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)

Dari ribuan hektare lahan sawah yang didaftarkan untuk AUTP, seluas 15,25 hektare diajukan klaim asurasni oleh sejumlah kelompok tani karena puso.
Data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang mencatat seluas 2.387 hektar lahan sawah mengalami puso akibat kekeringan di musim kemarau.

Sementara, Kabid Prasarana Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar mengatakan, tahun ini seluas 1617, 63 hektare lahan sawah sudah didaftarkan untuk realisasi AUTP dari target seluas 4.000 hektare per tahun. Menurut Uun, periode Agustus terdapat 15,25 hektare yang diajukan untuk klaim asuransi karena puso akibat kemarau. “Klaim itu diajukan oleh sejumlah kelompok tani di Kecamatan Cisata dan Munjul dengan total nominal yang akan dicairkan Rp 91,5 juta,” pungkas dia.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments