Tim KKN-PPM UGM Dampingi Perencanaan Mitigasi Pascabencana Tsunami di Pandeglang

0
170

PANDEMI Covid-19 yang sedang terjadi banyak merubah perencanaan. Kegiatan perkuliahan juga turut terkena dampaknya, sehingga dilakukan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaannya. Salah satu kegiatan yang harus disesuaikan adalah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Meutia Santi Nurmalita, mahasiswi asal Serang ini harus menjalankan kegiatan KKN di Desa Tanjungjaya dan Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang,

Meutia beserta timnya melakukan program dengan membuat peta rekomendasi jalur pemberian bantuan dan lokasi posko bencana, dengan tema “Rehabilitasi Pasca Tsunami dan Pembangunan Bidang Pariwisata Berkelanjutan, Pertanian, dan Perkebunan di Desa Tanjungjaya dan Sekitarnya”.

“Peta ini ditujukkan sebagai salah satu mitigasi dalam kebencanaan tsunami. Mengingat Tanjungjaya berbatasan langsung dengan Selat Sunda yang memiliki kemungkinan akan terjadinya tsunami” ujar Meutia, melalui siaran pers, Senin (17/08/2020).

Ia menuturkan, peta yang buat bersama timnya ini sangat diperlukan mengingat bencana tsunami yang pernah terjadi 2018 lalu di kawasan Pantai Tanjung lesung menyulitkan distribusi bantuan. Adapun untuk penggunaannya diharap dapat menjadi bahan perencanaan tata ruang desa terkait jalur evakuasi dan pemilihan posko bencana.

“Tindakan mitigasi memang penting untuk setiap daerah, terutama yang memiliki kemungkinan untuk terkena bencana tersebut. Bukan berarti Tanjungjaya ini tidak aman, namun saya hanya menyarankan perencanaan preventif untuk Kelurahan” jelas Santi.

Selain itu, pembuatan peta tersebut didasarkan atas kerawanan daerah di Tanjungjaya. Dengan kerawanan tersebut, Ia dan timnya menganalisis berdasarkan Digital Elevation Model (DEM), jarak dari pantai, dan jarak dari sungai, sehingga pemilihan posko ditentukan dari sana.

Meskipun KKN ini tidak bisa dilaksanakan langsung di lokasi, pihaknya berharap program yang diberikan dapat bermanfaat bagi desa.

“Peta ini juga direncanakan akan dijadikan kerjasama bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pandeglang yang juga sedang merancangkan Peta Evakuasi dan Mitigasi,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Desa Tanjungjaya, Syamsudin berharap, dengan adanya peta ini dapat membantu pemerintah desa mengambil keputusan dalam merencanakan pendirian posko evakuasi dan jalan yang aman.

Mengenai jalur evakuasi, kata dia, Pemerintah Desa Tanjungjaya telah lama menginginkan pembangunan jalan untuk kemudahan jalur evakuasi di daerah tersebut.

“Peta ini cukup baik dan bagus karena menggambarkan jalur evakuasi ketika menghadapi bencana di Desa Tanjungjaya. Kami mengapresiasi atas dedikasi dan bantuan dari Tim KKN Tanjungjaya meskipun secara daring. Semoga ini dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk mempelajari jalur evakuasi,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments