Warga Patungan Perbaiki Jalan Rusak, Dewi-Iing Kemana Aja?

0
10

Aksi gotong royong puluhan warga Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, yang patungan membangun jalan lingkungan dengan melakukan pengecoran jalan penghubung antar Desa . Di tengah harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur, warga justru memilih mengumpulkan dana sendiri untuk memperbaiki akses yang selama bertahun-tahun dinilai belum mendapat perhatian pemerintah.

Ruas jalan yang diperbaiki merupakan jalur penghubung Desa Banjar dan Desa Kadu Bale. Jalan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas warga, mulai dari anak sekolah, petani dan lainnya.

Ketua Rt 02 , Ahmad Hidayat mengatakan, keputusan membangun jalan secara swadaya dilakukan lantaran warga kesal sudah sekian lama menanti perbaikan dari pemerintah daerah, namun tak juga ada realisasinya.

“Jadi ini sebetulnya jalan Kabupaten, akses satu-satunya menuju dia desa di Kecamatan Banjar. Hanya kondisi jalan hari ini dianggap sudah tidak layak lagi, maka kami masyarakat memutuskan patungan untuk perbaikan jalan ini,” katanya saat di temui di lokasi perbaikan jalan, Selasa (28/07/2026).

Dikatakan Hidayat, warga patungan mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu hingga ada yang menyumbang material bangunan, seperti semen, batu split hingga pasir.

“Dari patungan itu kita dapat dana sebanyak 6 juta rupiah, lumayan itu bisa memperbaiki jalan rusak kira-kira sepanjang 10 meter,” ujarnya.

Hidayat berharap Pemerintah Daerah bisa lebih peka terhadap kondisi infrastruktur jalan yang ada di kabupaten pandeglang.

“Karena kalau jalan bagus, aktivitas masyarakat juga enak, aman dan nyaman. Jadi tolong lah Bupati Dewi dan Pak Iing agar lebih memperhatikan kondisi jalan ini,” keluhnya.

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan, jika masyarakat mampu bergotong royong mengumpulkan dana untuk memperbaiki jalan, di mana peran pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar infrastruktur?

Padahal, pembangunan dan pemeliharaan jalan merupakan salah satu pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai kewenangannya. Swadaya masyarakat memang mencerminkan tingginya semangat gotong royong, namun kondisi ini juga dapat menjadi indikator adanya kebutuhan infrastruktur yang belum terpenuhi.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi salah satu prioritas daerah. Visi pembangunan daerah juga menempatkan penguatan infrastruktur sebagai fokus utama, dan pemerintah mengklaim terus mengusulkan serta melaksanakan berbagai program peningkatan jalan melalui dukungan APBD maupun sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Meski demikian, kasus di Desa Banjar menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebutuhan masyarakat di lapangan dengan realisasi pembangunan yang dirasakan warga.

Semangat gotong royong warga tentu patut diapresiasi. Namun, di balik kekompakan itu tersimpan pesan yang lebih besar. Masyarakat berharap kehadiran pemerintah tidak hanya terlihat dalam dokumen perencanaan, tetapi juga nyata di lapangan melalui pembangunan infrastruktur yang merata dan tepat sasaran.