Antisipasi Kekeringan, BPBD Pandeglang Himbau Masyarakat

0
14

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang mengimbau kepada warga masyarakat Kabupaten Pandeglang untuk menghemat penggunaan air bersih, guna mengantisipasi kekeringan.

“Disurat imbauan yang kami layangkan intinya menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan seperti pemakaian air harus dijaga, sebagai langkah antisipasi,” kata Sekretaris BPBD-PK Pandeglang Nana Mulyana kepada awak media, Selasa (9/7/2024).

Dikatakan Nana, secara detail langkah-langkah antisipasi kekeringan tersebut telah dituangkan dalam surat imbauan yang dikeluarkan oleh BPBD-PK Pandeglang kepada tiap-tiap OPD dan Kecamatan.

“Awalnya kita menerima surat dari BMKG, mengenai langkah-langkah antisipatif kekeringan, terus kita juga nerima surat dari BNPB dan BPBD Provinsi, sama perihalnya untuk mengambil langkah-langkah antisipasi kekeringan. Dari situ kita tindaklanjuti dengan mengeluarkan surat yang ditunjukan kepada masing-masing OPD dan Kecamatan,” ungkapnya.

“Nah, ini yang kecamatan mudah-mudahan bisa menindaklanjutinya dengan menyebarluaskan informasi tersebut ke desa atau kelurahan,” sambungnya.

Nana juga menyampaikan, selain menghemat penggunaan air bersih, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat kembali mengaktifkan sumber-sumber air yang ada diwilayahnya masing-masing.

“Kemudian, jangan membuka lahan dengan cara dibakar dan lumbung-lumbung harus diaktifkan kembali sebagai langkah antisipasi,”ujarnya.

Nana juga menegaskan, selain telah menyampaikan imbauan, pihaknya juga mengaku tengah menyiapkan personel dan peralatan untuk menangani bencana kekeringan ketika dibutuhkan.

“Kami juga sedang menyiapkan personel dan peralatan,”tegasnya.

Lebih lanjut Nana menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya belum mengusulkan anggaran untuk penanganan kekeringan ke Pemkab Pandeglang, mengingat pihaknya akan menugaskan tim untuk melakukan kajian di 26 kecamatan yang sering dilanda kekeringan. Kemudian, dari hasil kajian tersebut akan diketahui rincian kebutuhan-kebutuhan untuk penanganan bencana kekeringan.

“Kalau kita berkaca ke penanganan kekeringan di tahun sebelumnya, kalau terjadi kekeringan kita kan menerima laporan-laporan dan permohonan bantuan air bersih dari Kecamatan. Nanti bagaimana penanganannya, misalkan perlu anggaran yang besar kita akan memohon ke Pemkab,”tandasnya.

Redaktur : Fauzi