Dekat Dari Pusat Kota Pandeglang, Keluarga Ini Tinggal di Gubug dan Makan Singkong dan Pisang Mentah

0
750

TIDAK jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang, Banten, terdapat satu keluarga miskin yang hidup di gubug berukuran 5×4 meter persegi. Keluarga Acang (50) isterinya Herawati (36) dan delapan anaknya terpaksa tinggal di gubug di Kampung Kadu Peusing, RT 01 RW 09, Kelurahan Kabayan, Kabupaten Pandeglang atau hanya berjarak satu kilometer dari pusat kota Pandeglang.

Acang yang sehari-hari bekerja serabutan, bahkan tak mampu menyekolahkan anak-anaknya. Tidak hanya itu, ia dan anak isterinya tidak jarang hanya makan singkong dan pisang mentah sebagai pengganti makanan pokok.

Kata Acang, gubugnya dibangun tiga tahun lalu bersama keluarganya. Ia mengaku, bingung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan hanya bekerja serabutan.

“Jika tidak punya uang karena tak ada yang menyuruh kerja, terpaksa mencari makanan ke hutan seperti mencari singkong dan pisang. Singkong atau pisang yang didapat biasanya digoreng dan langsung dimakan bersama-sama,” tutur Acang kepada wartawan, Rabu (21/02/2018).

Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku pasrah dengan kondisi kehidupannya. Ia mengaku, bukan tidak ingin memberi makanan enak kepada isteri dan delapan anaknya. Namun karena bekerja tidak tetap, ia hanya mampu memberi makan pisang dan singkong yang diambil dari hutan atau menunggu belas kasihan tetangga.

“Mau gimana lagi, uang yang didapat tidak menentu. Ada kerjaan jika ada yang menyuruh memetik kelapa maupun menyuruh melakukan pekerjaan lainnya, dan itu tidak rutin setiap hari. Kalau ada kerjaan paling upah yang diterima hanya Rp 15.000 dan delapan anak saya pun terpaksa tidak sekolah karena tidak ada biaya,” ungkapnya.

Herawati, isteri Acang merasa was-was jika musim hujan dan disertai angin. Dengan kondisi gubug yang sudah mulai reyot dan atap yang tak mampu menahan air hujan dikhawatirkan tiba-tiba ambruk.

“Musim hujan gini gak tenang. Apalagi jika hujan turun di malam hari, kami semua kebasaan saat tidur, karena tempat tinggal kami bocor,” paparnya.

Keduanya mengatakan, jika kondisi keluarganya sudah diketahui Pemkab Pandeglang, namun hingga saat ini belum ada satu pun yang datang ke rumahnya.

“Pemerintah sudah tahu kalau kondisi kami seperti ini, namun sampai sekarang kami belum pernah menerima bantuan dari pemerintah,” kata Acang dan Herawati.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Agus

Facebook Comments