KOMUNITAS Isola Guitar bekerja sama dengan UPA Perpustakaan Untirta menyelenggarakan workshop gitar yang diikuti oleh guru-guru dan siswa di Provinsi Banten.

Kepala UPA Perpustakaan Untirta, Firman Hadiansyah di dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perpustakaan itu tidak hanya mengurusi edukasi dan informasi tapi jiga ajang rekreasi. Ia berharap setiap Sabtu ada kegiatan-kegiatan rekreatif semacam ini.

Selanjutnya menurut Ketua Penyelenggara, Lutvi Suwandy, workshop gitar ini jarang sekali dilaksanakan di Banten padahal setiap tahun ada penyelenggaraan lomba gitar FLS2N.

“Workshop ini kita jadikan sebagai ajang silaturahmi untuk sama-sama belajar,” ungkapnya.

Di dalam workshop tersebut ada empat nara sumber yaitu Dinar, guru seni SMP IT Raudhatul Jannah Cilegon, Arif Zafrullah instruktur gitar Unity Serang, Syamsul Rizal dosen Seni Pertunjukan Untirta, dan Ari Gunadi guru seni sekaligus pemilik produk gitar handmade “Ragundi” Rangkasbitung.

Di dalam kesempatan tersebut, Dinar pembimbing gitar yang sering mendapatkan juara kompetisi gitar menjelaskan bahwa pendampingan gitar itu perlu proses yang panjang.

“Tidak semua sekolah memahami ada lomba gitar. Saya bahkan harus meminjamkan gitar pribadi untuk dipakai siswa. Alhamdulillah setelah sekolah melihat prestasi yang didapatkan, barulah ada support, terutama difasilitasi gitar,” terangnya.

Sementara itu Arif Zafrullah yang berpredikat sebagai instruktur gitar menjelaskan bahwa untuk menjadi instruktur gitar, faktor internal sangat dominan.

“Setelah motivasi dari dalam, baru kita bicara keilmuan dan skills diri dalam bermain gitar. Ilmu dan praktik ini harus seimbang,” ungkapnya.

Selain itu Arif mengatakan bahwa dedikasi menjadi modal penting untuk menjadi seorang instruktur gitar klasik.

Dari sisi akademik, Syamsul Rizal mengungkapkan bahwa yang paling penting dipelajari adalah teknik dulu yang dimulai dari membaca.

“Di dalam reportoar gitar, apa yang ditulis, itulah yang dimainkan sehingga kita harus mulai dari belajar notasi dan kita mulai dari hal-hal yang sederhana dan menyenangkan,” Syamsul mengingatkan kepada audiens bahwa mempelajari gitar klasik itu harus terstruktur dan tidak bisa loncat-loncat.

“Proses tidak pernah mengkhianati hasil, sehingga belajar gitar itu jangan tergesa-gesa,” ungkapnya.

Di dalam workshop tersebut, Ari Gunadi mewarnainya dengan penjelasan perihal organologi gitar klasik. Ari dikenal sebagai luthier yaitu pembuat gitar yang ia mulai pada tahun 1999 di Rangkasbitung. Ari menjelaskan mengenai sejarah gitar klasik dan bagaimana organ dan proses membuat gitar, termasuk komponen dan materialnya.

 

 

Facebook Comments