Nyeri Pinggang Bawah, Jangan Dianggap Enteng

0
60

Oleh: Wulan Mayasari, dr., M.H.Kes., AIFO-K*

LOW back pain atau nyeri pinggang bawah merupakan salah satu keadaan dalam sistem muskuloskeletal (sistem otot dan tulang) yang dipicu oleh berbagai faktor. Faktor yang paling mungkin terjadi posisi kerja yang tidak ergonomis, kesalahan dalam peregangan tubuh, kurangnya aktivitas fisik, berat badan berlebih, cedera, atau penyakit bawaan.

Low back pain digambarkan sebagai nyeri di antara tepi bawah tulang rusuk dan bokong. Nyeri ini dapat berlangsung dalam waktu singkat (akut), sedikit lebih lama (subakut), atau lama (kronis). Low back pain merupakan kondisi nyeri yang sangat umum. Nyeri ini terjadi di negara-negara berpenghasilan tinggi, menengah, dan rendah, serta semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga populasi lanjut usia.

Pada tahun 2020, Low back pain mempengaruhi 619 juta orang di seluruh dunia dan diperkirakan jumlah kasusnya akan meningkat menjadi 843 juta kasus pada tahun 2050, yang sebagian besar disebabkan oleh penambahan populasi dan penuaan. Di Indonesia sendiri, angka kejadian Low back pain diperkirakan antara 7,6% sampai 37% pada Tahun 2023. Namun, untuk angka pastinya belum diketahui. Low back pain saat ini menjadi penyebab utama disabilitas di seluruh dunia.

Low back pain dapat bersifat spesifik dan non-spesifik. Low back pain spesifik adalah nyeri yang disebabkan oleh penyakit tertentu atau masalah struktural di tulang belakang (vertebrae), atau ketika nyeri menjalar dari bagian tubuh lain. Sedangkan Low back pain non-spesifik terjadi ketika tidak mungkin untuk mengidentifikasi penyakit tertentu atau penyebab struktural untuk menjelaskan nyeri tersebut.

Low back pain non-spesifik terjadi pada 90% kasus Low back pain. Bagi hampir semua pasien dengan Low back pain, tidak mungkin untuk mengidentifikasi penyebab nociceptive yang spesifik. Hanya sebagian kecil orang yang memiliki penyebab patologis yang dipahami dengan baik, misalnya patah tulang vertebrae, keganasan, atau infeksi.

Populasi dengan pekerjaan yang menuntut fisik, komorbiditas fisik dan mental, perokok, dan individu yang mengalami obesitas berada pada risiko terbesar untuk melaporkan Low back pain. Low back pain yang melumpuhkan lebih banyak terjadi pada orang-orang dengan status ekonomi rendah. Kebanyakan orang dengan episode baru Low back pain dapat pulih dengan cepat.

Namun, kekambuhan sering terjadi dana pada sebagian kecil orang, Low back pain menjadi persisten dan melumpuhkan. Intensitas nyeri awal yang tinggi, tekanan psikologis, dan nyeri yang menyertai di beberapa lokasi tubuh meningkatkan risiko Low back pain yang persisten dan melumpuhkan.

Pada semua jenis Low back pain dan semua tahap Low back pain, rehabilitasi sangat penting untuk meyakinkan pasien dan membantu mereka memahami nyeri yang mereka alami, membantu pasien kembali ke aktivitas yang mereka sukai, dan mengidentifikasi strategi untuk mendukung pemulihan dan meningkatkan fungsi tubuh pasien. Jalur perawatan khusus mungkin diperlukan untuk Low back pain spesifik.

Maka dari itu, ketika seseorang mengalami nyeri Low back pain, sebaiknya sesegera mungkin memeriksakan diri ke tenaga medis. Penegakan diagnosis yang cepat serta penanganan yang dilakukan sesegera mungkin dapat menghindarkan kondisi Low back pain menjadi lebih buruk.

* Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran