Ditinggal Pensiun, Jabatan di Sejumlah OPD di Pandeglang Kosong

0
387

HINGGA saat ini di Kabupaten Pandeglang, masih terdapat jabatan yang kosong di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Alasan sejumlah jabatan masih kosong di antaranya pejabat memasuki batas usia pensiun (BUP) serta masih menunggu proses penggodokan penempatan pegawai oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pandeglang.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineal (Disperindag ESDM) Kabupaten Pandeglang, EA Andi Kusnardi mengatakan, di dinasnya terdapat empat jabatan yang kosong. Keempat jabatan itu adalah Sekretaris, Kasubag Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan (PEP), Kasubag Promosi Perdagangan, dan Kasi Perlindungan Konsumen.

“Kita masih ada kekurangan empat pejabat. Pertama Sekretaris yang pensiun bulan lalu, kemudian Kasubag PEP, Kasubag Promosi Perdagangan, dan Kasi Perlindungan Konsumen yang kosong sudah dari awal tahun ini,” kata Andi, Senin (10/06/2019).

Terkait kekosongan jabatan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang dan diharapkan pada pelantikan mendatang empat jabatan yang kosong tersebut bisa terisi.

“Kita berharap pada pelantikan atau mutasi nanti bisa terisi penuh, karena memang kita keteter kalau tidak ada Sekretaris, tapi yang paling inti itu Kasubag PEP,” ujarnya.

Mengantisipasi kekosongan jabatan, ia mengambil alih dengan membuat tim untuk menangani tugas Subag PEP dan juga Seksi Promosi Perdangan yang diambil dari beberapa Kepala Seksi. “Kita sudah bersurat ke BKD dan Insya Allah akan diisi lagi,” tutupnya.

Sementara, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban menyatakan, kekosongan jabatan di sejumlah OPD karena pemerintah daerah masih menimbang penempatan pegawai. Karena tidak sedikit pegawai yang akan menempati posisi tertentu belum sesuai kualifikasi seperti pendidikan, kemampuan, keahlian dan lainnya.

“Sekarang ini kan tahap pertama sudah berjalan dan tahap kedua sedang berjalan. Kita sedang godok lagi, yang kita khawatirkan kan adalah penempatan jabatan di eselon III dan IV ini tidak sesuai dengan bidangnya,” ujar Tanto.

Menurutnya, penundaan ini hanya sedikit dan terjadi di beberapa OPD dan diharapkan dapat diselesaikan dengan menempatkan SDM yang lebih baik. Ditanya soal posisi yang paling kosong, Tanto menjelaskan, tenaga teknis yang masih banyak kekurangan.

“Karena kita memaklumi karena dalam beberapa tahun terakhir ini ada pelarangan (moratorium, red) dari Men PAN-RB untuk merekrut (CASN, red). Kami maklumi lah, karena kita over limit dan anggaran kita masih terbatas. Kita masih concern terhadap pembangunan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, masih pembangunan dasar,” terangnya.

Terpisah, Kabid Formasi Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pandeglang, Abdurahman mengungkapkan, tahun ini ada tujuh pejabat eselon II yang pensiun. Jumlah tersebut terdiri dari enam BUP dan satu atas permintaan sendiri (APS). Ketujuh pejabat tersebut yakni, Sukran (Kepala Dinas Tenaga Kerja), Cecep Juanda (Kepala Dispora), Tatang Efendi (Kepala Kesbang), Tubagus Saprudin (Kepala Disdukcapil), Tata Nanzar Riadi (Staf Ahli Bupati), Firman Abdul Kadir (Kepala Dinkop dan UMKM) serta Salman Sunardi (Kepala Dindikbud) yang pensiun APS.

“Tahun ini ada tujuh pejabat eselon II yang pensiun, terdiri dari enam BUP dan satu APS. Beberapa sudah kosong dan sebagian masih menunggu BUP. Kita akan mempersiapkan open bidding (lelang jabatan, red) untuk mengisi kekosongan tersebut. Bahkan di kita juga ada beberapa jabatan yang kosong,” ungkap Abdurahman di kantornya, Selasa (11/06/2019).

Melalui sambungan telepon, Kepala BKD Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengatakan, saat ini pihaknya masih terus menerima usulan pengisian kekosongan jabatan di beberapa OPD termasuk di Disperindag dan ESDM.

“Saat ini kita sedang fokus untuk pengisian (jabatan, red), termasuk untuk eselon II-nya yang pensiun sebanyak tujuh orang. Eselon II yang pensiun itu bervariasi ada yang di bulan Februari, Mei dan terakhir Desember,” kata Ali.

Terhadap jabatan eselon II yang kosong, sambung dia, tahun ini akan dilakukan open bidding. Nanti mekanisme pengisiannya yakni akan diisi oleh mereka yang lulus mengikuti open bidding di OPD dengan jabatan eselon II yang sudah ditinggalkan. Kekosongan jabatan paling banyak terjadi untuk eselon IV.

“Kalau sekarang sedang sedang penyusunan dengan Pak Sekda (Pery Hasanudin, red) dan Baperjakat. Nanti hasilnya akan disampaikan kepada bupati dan Insya Allah tidak lama lagi hasilnya akan ada,” pungkas Ali.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Ari